DPR Pertanyakan Impor BBM untuk Pertalite

Gabriela Jessica Restiana Sihite
22/4/2015 00:00
DPR Pertanyakan Impor BBM untuk Pertalite
(Dok MI)
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan besaran impor untuk penyediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, yakni pertalite. BBM dengan kadar RON 90 itu dinilai akan memperbesar porsi impor BBM ketimbang kadar RON 88.

Hal itu diutarakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha saat ditemui di gedung Nusantara I. Satya menilai proses blending (pencampuran) pertalite akan mengambil porsi high octane mogas component (HOMC) lebih besar ketimbang RON 88, sedangkan HOMC merupakan produk impor yang digunakan untuk meningkatkan kadar oktan.

"HOMC kita impor. Kalau menjadikan RON lebih tinggi, impor HOMC lebih besar dan akan mempengaruhi neraca berjalan kita," kata Satya, Rabu (22/4).

Sebagai informasi, pada Januari silam neraca migas mengalami defisit US$0,03 miliar dan sempat mengalami surplus US$0,017 miliar pada Februari. Namun, pada Maret neraca migas kembali defisit di angka US$0,28 miliar.

Satya menuturkan pihaknya akan menyambut baik pertalite jika BBM itu diproduksi di kilang dalam negeri. "Kalau pemerintah mengatakan kita produksi pertalite yang semua diproduksi kilang kita, itu baru begini," katanya sambil mengacungkan jempol.

Di samping itu, ia juga menyoroti harga pertalite yang rencananya tidak disubsidi. Menurutnya, jika harga pertalite memberatkan masyarakat, sebaiknya peluncurannya ditunda. Pasalnya, yang menjadi sasaran pengguna pertalite merupakan masyarakat umum di luar angkutan umum dan angkutan perkotaan.

"Cuma dipromosikan ini lebih green (ramah lingkungan), tapi impor lebih besar. Lalu, kalau harga memberatkan untuk rakyat, untuk apa?" pungkas Satya.

Pertamina akan mulai menjual pertalite awal bulan depan. Untuk tahap awal BBM yang akan dijual di rentang harga Rp8.000-Rp8.300 per liter tersebut hanya dijual di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya