Pemerintah Cita-citakan Batu Mulia Jadi Ekspor Unggulan
Anastasia Arvirianty
21/4/2015 00:00
(ANTARA/LUCKY R)
DEMAM batu yang kian mewabah di masyarakat Indonesia membuat Kementerian Perindustrian mendorong ekspor batu mulia Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, pada pembukaan pameran Demam Akik, di Gedung Kementerian Perindustrian, Selasa (21/4).
Menurut Saleh, jenis batu mulia termasuk dalam sektor industri barang galian, bukan logam, yang dapat menambah jenis atau ragam produk ekspor Indonesia.
"Kami meminta agar Dirjen Industri Kecil Menengah terus membina dan mengarahkan para pengrajin, terutama yang di daerah-daerah untuk bagaimana caranya meningkatkan kualitas dari gosokan batunya, sehingga dengan sendirinya mutu meningkat dan harga jualnya pasti juga meningkat," ujarnya.
Lebih lanjut Saleh juga mengatakan untuk melihat seberapa besar minat masyarakat Indonesia terhadap batu akik ini bisa ditengok dari tingkat penjualan batu mulia di Jakarta Gems Stone, Rawabening, Jatinegara, Jakarta Timur. Penjualan batu telah meningkat tajam, perputaran uang yang terjadi ada pada kisaran Rp5 miliar-Rp10 miliar setiap hari.
"Nilai tersebut diperoleh dari penjualan batu mulia per butir, yang berkisar Rp35.000, Rp2.000.000, hingga mencapai Rp10 juta lebih," ujar Saleh.
Saleh juga mengatakan, batu mulia Indonesia sangat potensial untuk diekspor. "Bisa dijadikan salah satu komoditas unggulan untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga."
Dirjen Industri Kecil Menengah Euis Saedah mengatakan, untuk meningkatkan ekspor batu Indonesia ini, perlu dibuat inovasi. "Saat ini kita hanya bisa buat batu akik yang bentuknya bulat saja, di China, Taiwan, dan Korea, batu itu sudah bisa diukir dibentuk bunga, ikan, dan sebagainya. Nah, untuk itu paling tidak, saya ingin membuat sekolah D1 untuk jurusan ilmu tentang batu-batuan." (Q-1)