Kadin Berperan di KAA melalui Forum Bisnis

Tesa Oktiana Surbakti
17/4/2015 00:00
Kadin Berperan di KAA melalui Forum Bisnis
(ANTARA/Andika Wahyu)

Penyelenggaraan perhelatan akbar Konferensi Asia-Afrika (KAA) tinggal menghitung hari. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pun tak mau menyia-nyiakan momentum itu. Partisipasi Kadin ditunjukkan melalui Asian African Business Forum (AABS) yang bertajuk "Revitalization of Asia Africa Partnership for Progress and Prosperity".

Forum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kerjasama Indonesia dengan negara-negara peserta. Melingkupi sektor maritim, agribisnis, infrastruktur, perdagangan dan investasi. Kendati belum bisa menargetkan berapa besar nilai investasi dan volume dagang dari AABS, namun Kadin meyakini hasil kongkretnya bakal terlihat di 3 tahun mendatang. Estimasi yang digambarkan ialah satu tahun pertama merupakan masa penjajakan dan dua tahun selanjutnya dipastikan terjadi transaksi berikut perjanjian hubungan kerjasama. Meningkatnya kerjasama diprediksi mengurangi defisit neraca berjalan.

"Kadin belum bisa pastikan berapa nilai investasi dan volume perdagangan yang akan digenjot dari forum ini. Ya kira-kira dalam 3 tahun ke depan, feedbacknya akan kelihatan. Apalagi ini kan forum baru, jadi wajar penjajakannya butuh waktu. Makanya di akhir forum ada business matching," jelas Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Asosiasi Noke Kiroyan kepada pewarta di Menara Kadin, Jum'at (17/4).

Sebagai tindaklanjut dari forum bisnis yang ikuti Presiden RI Joko Widodo, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan Perdana Menteri India Narendra Modi selaku "keynote speaker", Kadin kemudian menginisiasi pembentukan Asia-Africa Business Council. Lembaga itu, sebut Noke, berfungsi untuk memonitoring keberhasilan hubungan kerja sama negara-negara yang tergabung dalam AABS.

Di samping dihadiri sejumlah pemimpin negara, para pengusaha terkemuka (CEO) dunia akan mewarnai forum bisnis tersebut. Seperti CEO Alibaba Group Jack Ma dari Tiongkok, berikut pengusaha mumpuni asal Indonesia, yaitu CEO Para Group Chairul Tanjung, CEO Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman dan CEO Sinar Mas Group Franky O. Widjaja. Kendati hanya diadakan sehari saja di tengah rangkaian Konferensi Asia Afrika (KAA) yaitu tanggal 21 April, namun Noke menuturkan animo peserta AABS terbilang tinggi sehingga harus dibatasi.

"Pesertanya sekitar 500 orang delegasi dari 45 negara Asia-Afrika. Itu juga harus kita batasi agar lebih kondusif," ungkap dia. (Tes/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya