PT Taspen (persero) berencana meningkatkan portofolio investasi langsung menjadi 20% pada tahun 2015 untuk dana tunjangan hari tua (THT). Saat ini penempatan dana pada instrumen tersebut baru sekitar 1,083%.
"Taspen lagi menyempurnakan SOP (standar operasional prosedur)," ujar Direktur Utama Taspen Iqbal Lantaro di Jakarta, kemarin.
Perbaikan SOP tetap mengutamakan aspek kehati-hatian dalam berinvestasi. "Taspen mempersiapkan diri secara internal dengan memperkuat diri," ungkapnya.
Menurut Latanro, Taspen akan berinvestasi langsung pada sektor infrastruktur yang dibiayai swasta. Khususnya jalan tol maupun pembangkit listrik (power plant). Peningkatan dana pada instrumen investasi langsung membantu Taspen untuk mempertahankan imbal hasil (yield) sebesar 11% pada tahun ini.
Iqbal menuturkan suku bunga deposito sebesar 7,75% belum bisa membantu Taspen merealisasikan target return. "Kalau Taspen tidak mencari alternatif investasi yang lain itu berbahaya," tuturnya.
Selain investasi langsung, Taspen menempatkan dana THT dalam instrumen investasi saham, obligasi, dan reksa dana. Saat ini, dana kelolaan Taspen mencapai Rp142 triliun, yakni dana pensiun Rp70 triliun. "Sisanya program THT," kata Iqbal. Aset Taspen mencapai Rp161 triliun. (Bow/E-5)