Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) terkait pengalihan sebagian saham PT Freeport Indonesia (PTFI) ditandatangani, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersiap merealisasikan tahap divestasi saham.
Divestasi saham yang menjadi salah satu poin HoA antara Pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran Inc (FCX) selaku induk usaha PTFI, dinyatakan rampung setelah Inalum membayarkan dana sebesar US$3,85 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk membeli hak partisipasi (Participating Interest/PI) Rio Tinto di PTFI, berikut 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki saham 9,36% di PTFI. Besaran dana untuk proses akuisisi tersebut bersumber dari suntikan perbankan, tidak melibatkan keuangan negara.
"Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi (akusisi saham PTFI)," ujar Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, usai konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7).
Kendati demikian, Budi masih enggan menjabarkan identitas 11 perbankan yang akan memberikan suntikan dana kepada Inalum. Saat ini pihaknya masih berdiskusi dengan pihak perbankan. Di satu sisi, dia tidak menampik adanya potensi meraup sumber pembiayaan dari pasar modal.
Dari hasil valuasi saham PTFI yang memunculkan angka Rp3,85 miliar, Inalum akan membayar kepada Rio Tinto sebesar US$3,5 miliar dan kepada FCX sebesar US$350 juta. Budi menambahkan kesepakatan terhadap valuasi saham tersebut melibatkan tiga pihak, yakni Pemerintah Indonesia, FCX, dan Rio Tinto.
"Kita masih diskusikan dengan banknya. Tapi Inalum sendiri punya cash sekitar mendekati US$1 miliar. Holding ya. Ini deal-nya 3 ways, jadi ada Freeport, FCX dan ada kita," kata Budi.
Pihaknya berharap proses transaksi dari akuisisi saham dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan, yakni akhir Agustus 2018. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved