Penerimaan Pajak Diyakini bakal Terus Meningkat

(Tes/E-2)
10/7/2018 23:45
Penerimaan Pajak Diyakini bakal Terus Meningkat
(MI/RAMDANI)

DIREKTORAT Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juni 2018 telah mencapai Rp581,54 triliun atau 40,84% dari target Rp1.424 triliun.

Menurut Dirjen Pajak Robert Pakpahan, penerimaan yang dikelola Ditjen Pajak itu tumbuh 13,96% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Pertumbuhan ­penerimaan pajak hingga semester I 2018 ini di luar pendapatan dari program amnesti pajak yang telah mencapai 16,71%,” ujarnya, Selasa (10/7).

Berdasarkan jenis pajak, kata Robert, penerimaan itu antara lain berasal dari PPh Pasal 21 sebesar Rp67,9 triliun atau tumbuh 22,23% dan PPh Pasal 22 impor sebesar Rp27,02 triliun atau tumbuh 28%. Kemudian PPh badan sebesar Rp119,9 triliun atau tumbuh 23,79% dan PPN dalam negeri sebesar Rp127,8 triliun atau tumbuh 9,1%.

Sektor yang mengalami pertumbuhan tinggi pada semester I 2018 ialah pertambangan (79,71%), pertanian (34,25%), perdagangan (27,91%), dan pengolahan (12,64%). “Meski pertambangan tumbuh 79,71%, share-nya ke penerimaan hanya 7,2 %. Adapun yang menyumbang penerimaan terbesar dengan kontribusi 30,3% ialah industri pengolahan,” ujarnnya.

Dia optimistis realisasi penerimaan pada semester II 2018 bisa lebih baik daripada semester I 2018, apalagi pertumbuhan pajak tanpa amnesti pajak sudah relatif tinggi. Karena itu, ia meyakini pertumbuhan penerimaan pajak, terutama pajak nonmigas, hingga akhir tahun bisa mencapai 17%-18%.

“Sepanjang kami mempertahankan pencapaian, dengan perbaikan kepatuhan dan administrasi perpajakan, peningkatan pengawasan, dan pemeriksaan secara fair, kami yakin bisa mengejar,” kata Robert.

Seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (9/7), Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pemerintah tidak akan mengubah postur APBN 2018 lantaran dinilai sudah cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara.

Sri pun mengapresiasi penerimaan negara dari sisi bea dan cukai yang ­tumbuh 16,7% atau tertinggi sejak 3 tahun terakhir. Dari sisi perpajakan, kata dia, juga ada peningkatan kepatuhan dalam membayar pajak. “SPT pribadi naik 14% dan SPT badan tumbuh 11,2%.” (Tes/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya