Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mulai mengembangkan beras kemasan di wilayah-wilayah sentra padi di Indonesia. Sebelumnya, proyek percontoh-an produksi beras kemasan dilakukan di Jawa Barat. Hasilnya, beras itu kini sudah dipasarkan dan diterima dengan baik di pasar.
"Perkembangannya menarik beras saset (kemasan) itu. Di Jawa Barat, produksi sudah tinggi. Yang sudah dipasarkan ke masyarakat yakni sekitar 11 ton," ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo di Jakarta, Senin (9/7).
Melihat pergerakan yang cukup cepat di Jawa Barat, beras kemasan itu akan merambah enam provinsi lain, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bengkulu.
"Untuk Jawa Timur sudah dipasarkan sekitar 8 ton. Sisanya dalam proses. Saat ini sudah bergerak produksi," tuturnya.
Ia optimistis beras-beras kemasan di seluruh wilayah yang telah disiapkan segera dipasarkan September mendatang.
Meski begitu, ia mengatakan perseroan tidak mencanangkan target produksi dan penjualan. Baginya, ketersediaan beras di masyarakat ialah tujuan utama terobosan tersebut.
Dengan berat 250 gram, beras kemasan Bulog dijual seharga Rp2.000 per kemasan. "Kami ingin beras ada di mana-mana, mudah didapat, dan harganya terjangkau," tuturnya.
Kepala Divisi Regional Bulog NTB Ramlan UE menyampaikan untuk tahap awal pihaknya akan memasarkan produk itu di NTB. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dikirim ke berbagai daerah jika memang ada penugasan dari direksi.
"Untuk tahap awal, kami akan memproduksi 20-30 ton dan dijual untuk pasar lokal, belum ke pasar di luar NTB," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Ramlan menambahkan produksi akan dilakukan dalam waktu dekat dan tinggal menunggu kedatangan mesin berkapasitas 8 ton per hari yang sudah dipesan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved