Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAWALI perdagangan pada awal pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 112,46 poin menjadi
5.807,38 seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah ke level 14.330.
IHSG ditutup menguat 1,97% menjadi 5.807,38. "Positifnya, laju bursa saham Asia cukup membantu IHSG untuk kembali menguat," kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada, di Jakarta, Senin (9/7).
Selain itu, lanjut Reza, pelaku pasar kembali masuk setelah melihat kondisi bursa saham AS di akhir pekan lalu yang juga positif.
"Kembali terapresiasinya rupiah memberikan tambahan sentimen positif meski diimbangi dengan masih adanya aksi jual investor asing miliar dan kenaikan tipis imbal hasil obligasi," kata Reza.
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp484,96 miliar jika dibandingkan dengan sebelumnya, Rp387,96 miliar.
Dalam perdagangan kemarin, investor kembali memburu saham-saham bank BUMN yang dinilai memiliki valuasi harga murah. Saham Bank Mandiri menguat 125 poin menjadi Rp6.425, saham Bank Rakyat Indonesia naik 170 ke level Rp3.010, saham Bank Tabungan Negara naik 180 menjadi Rp2.330, dan saham Bank Negara Indonesia menguat 250 menjadi Rp7.250.
Sebelumnya, Head of Research Sinarmas Sekuritas Evan Lie Hadiwidjaja mengungkapkan, di level sekarang harga saham-saham bank BUMN sudah menarik.
Menurut Evan, salah satu saham bank BUMN yang masih prospektif ialah saham BTN. Dalam riset, Sinarmas Sekuritas menyebutkan target harga saham (target price/TP) BBTN hingga akhir 2019 mencapai Rp3.475.
Hal itu didasarkan pada price to book value/PBV BBTN yang sudah sangat rendah hanya 1,2 kali P/BV atau setingkat seperti sebelum program satu juta rumah digulirkan.
"Kami melihat program satu juta rumah akan sangat menguntungkan dan mendorong peningkatan pendapatan," tandasnya.
Untuk tahun ini Sinarmas Sekuritas memprediksi laba bersih BTN mencapai Rp3,3 triliun yang didorong pendapatan bunga bersih Rp10,26 triliun dengan Rp234,24 triliun, NIM 3,6%, dan NPL gross 2,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved