Indonesia Perkuat Pasar Domestik Di Tengah Perang Dagang Global

Nur Aivanni
09/7/2018 18:32
Indonesia Perkuat Pasar Domestik Di Tengah Perang Dagang Global
(MI/Susanto)

PRESIDEN Joko Widodo menggelar rapat terbatas guna mengantisipasi dampak ketidakpastian perekonomian global, termasuk perang dagang antara Amerika dan China, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dalam ratas tersebut dibahas sejumlah hal mengenai langkah pemerintah dalam menghadapi perekonomian dunia maupun dalam negeri.

"Pokok bahasan utamanya adalah bagaimana kita memperkuat perekonomian nasional, juga memberi ketentraman kepada industri nasional atau para pengusaha agar iklim investasi ini bisa dijaga," katanya usai ratas.

Dalam ratas tersebut, terang Airlangga, terdapat sejumlah catatan mengenai bagaimana meningkatkan ekspor, melakukan optimalisasi terhadap impor dan mengembangkan substitusi impor agar perekonomian dalam negeri semakin kuat.

"Bapak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa kita melakukan optimalisasi tool fiscal baik berbentuk bea keluar, bea masuk maupun harmonisasi dari bea masuk itu sendiri agar industri mempunyai daya saing dan mampu melakukan ekspor," paparnya.

Tak hanya itu, kata Airlangga, pemerintah juga akan melakukan jaminan terhadap ketersediaan bahan baku dan memberikan insentif agar ekspor bisa ditingkatkan.

Sementara itu, terkait investasi, pemerintah akan memberikan insentif untuk melakukan relokasi pabrik. "Misalnya industri yang sudah padat karya dari Jawa Barat ke wilayah lain, termasuk misalnya Jawa Tengah," tambahnya.

Pemerintah pun akan memberikan insentif bagi usaha-usaha kecil menengah, terutama yang bergerak di bidang furniture. "Misalnya nanti SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) itu akan dibiayai atau disubsidi oleh pemerintah," tambah Airlangga.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah juga akan melakukan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, terutama dalam pemanfaatan tingkat kandungan dalam negeri sehingga industri nasional utilisasinya bisa ditingkatkan.

"Termasuk di antaranya mengkaji industri-industri nasional yang bisa utilisasinya ditingkatkan untuk melakukan ketersediaan bahan baku di dalam negeri, termasuk korporasi-korporasi seperti Tuban, baik bahan baku petrokimia maupun BBM," jelasnya.

Kemudian, kata Airlangga, Presiden juga menyoroti mengenai penggunaan biodiesel. Presiden meminta agar segera dilakukan kajian terhadap penggunaan biodiesel.

"Terkait dengan biodiesel, dimana penggunaan biodiesel 20% dan sekaligus juga dikaji penggunaan biodiesel ke 30%. Itu akan meningkatkan konsumsi daripada biodiesel sebesar 500 ribu ton per tahun," terangnya.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan sektor pariwisata. "Kemudian antisipasi lanjutnya, adalah memaksimalkan untuk pariwisata, tentunya pengembangan airport, juga untuk pengembangan low cost carrier. Pariwisata ini salah satu sektor yang paling cepat bisa digenjot," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya