Prospek Saham Bank BUMN masih Menarik

(E-1)
09/7/2018 07:45
Prospek Saham Bank BUMN masih Menarik
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

SEJUMLAH analis menilai prospek saham perbankan khususnya bank BUMN masih menarik untuk dikoleksi. Fundamen bank BUMN secara umum masih solid dan penurunan harga sahamnya di pasar lebih disebabkan sentimen eksternal.

Harga saham Bank Mandiri, misalnya, kini berada di level Rp6.300 per lembar. Bank Rakyat Indonesia Rp2.840, Bank Negara Indonesia Rp6.950, dan Bank Tabungan Negara Rp2.150. Nilai saham-saham itu telah terkoreksi jauh dari level tertinggi yang pernah dicapai pada awal tahun.

Head of Research Sinarmas Sekuritas Evan Lie Hadiwidjaja mengungkapkan, di level sekarang harga saham-saham bank BUMN sudah menarik.

"Nilai valuasi sekarang sangat attractive dan juga kami berharap pertumbuhan kredit akan membaik," tegas Evan saat dihubungi di Jakarta, Minggu (8/7).:  

Dalam risetnya Sinarmas Sekuritas menyebutkan target harga saham BTN hingga akhir 2019 mencapai Rp3.475. Hal ini didasarkan pada price to book value (PBV) BTN yang sudah sangat rendah, hanya 1,2 x PBV atau setingkat seperti sebelum program satu juta rumah digulirkan. "Kami melihat program satu juta rumah akan sangat menguntungkan dan mendorong peningkatan pendapatan," tandasnya.

Tahun ini Sinarmas Sekuritas memprediksi laba bersih Bank BTN akan mencapai Rp3,3 triliun yang didorong pendapatan bunga bersih sebesar Rp10,26 triliun.

Pengamat pasar modal Edwin Sinaga menuturkan penurunan saham bank BUMN yang terjadi saat ini di luar fundamen yang ada. Jadi, harga mereka pun sebenarnya sudah sangat menarik bagi investor.

Financial expert dari Universitas Prasetya Mulya Lukas Setia Atmaja mengungkapkan, untuk jangka panjang saham perbankan selalu prospektif, termasuk juga BTN.

Pelaku pasar modal lainnya Tomi berpendapat serupa. Secara jangka panjang saham BTN masih menarik. Perseroan fokus bisnisnya pada KPR khususnya yang subsidi sehingga risikonya lebih kecil daripada kredit usaha lainnya.

"Selain BTN, saham BRI juga menarik karena dana murah banyak disalurkan ke ritel UKM," tegas Tomi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya