Jamkrindo Yakin Penjaminan Tetap Melaju

(Uud/E-3)
09/7/2018 07:30
Jamkrindo Yakin Penjaminan Tetap Melaju
(Ist)

PENAIKAN suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day rate repo (DRR) diperkirakan tidak memberikan guncangan terhadap bisnis penjaminan yang dilakukan Perum Jamkrindo.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Abdul Bari mengatakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak terlalu berdampak akibat penaikan suku bunga kebijakan BI. Apalagi mereka umumnya ialah nasabah kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya telah ditetapkan pemerintah sebesar 7%.

"Ancaman dari kenaikan suku bunga itu sebenarnya bila mereka jadi enggan menarik kredit. Tapi kelihatannya di KUR tidak demikian karena KUR sudah ditetapkan bunganya 7%. Jadi, (penaikan suku bunga kebijakan BI) tidak berdampak bagi mereka," ujar Bari dalam perbincangan dengan rekan-rekan media di Jakarta, pekan lalu.

Data dari Kementerian Perekonomian menunjukkan realisasi penyaluran KUR hingga akhir Mei 2018 tercatat sebesar Rp57,762 triliun atau 49,4% dari target.

Jamkrindo, lanjut Bari, memiliki target dapat melakukan penjaminan hingga Rp156,6 triliun yang terdiri dari penjaminan KUR Rp50 triliun dan penjaminan non-KUR Rp106,6 triliun. Per Maret 2018, penjaminan KUR telah terealisasi Rp13,241 triliun dan non-KUR Rp25,531 triliun.

Penaikan suku bunga diyakini tidak juga terlalu mengganggu keuangan debitur karena hingga saat ini rasio kredit bermasalah masih terjaga di bawah 5%.

Jamkrindo memberikan bobot yang sama dalam upaya menggenjot volume penjaminan, baik terhadap KUR dan non-KUR. Untuk penjaminan non-KUR, pihaknya sedang aktif mengembangkan penjaminan bagi perusahaan financial technology (fintech) yang bergerak dalam bidang peer to peer landing. Saat ini Jamkrindo telah bekerja sama dengan dua perusahaan fintech, yakni Amarta dan Investree. Dari kerja sama itu, Jamkrindo telah melakukan penjaminan terhadap 26 ribu peminjam di kedua fintech itu.

Kelak, pihaknya akan memperluas layanan bagi perusahaan fintech lain.

"Targetnya akan ada kerja sama dengan dua perusahaan fintech lagi hingga akhir tahun ini," tandas Bari.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya