Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus mengembangkan kerja sama dengan PT Taspen (persero).
Setelah bertindak sebagai salah satu bank pembayar bagi penerima manfaat PT Taspen, kini BRI dan Taspen menambah kerja sama dalam bidang jasa kustodian.
Nantinya BRI bertindak sebagai pengelola dan pengadministrasi sebagian surat berharga milik Taspen baik berupa saham maupun obligasi.
Penandatangan kerja sama itu dilakukan Direktur Utama (Dirut) Taspen Iqbal Latanro dan Dirut BRI Suprajarto di Kantor Pusat Taspen di Jakarta, pekan lalu.
"Nanti per 1 Agustus kita akan memindahkan sebagian pengelolaan surat berharga kita Rp41 triliun ke BRI. Targetnya di akhir tahun nanti aset yang dipindahkan untuk di bawah pengadministrasian oleh BRI sebagai bank kustodi dari Taspen mencapai Rp71 triliun."
Penunjukan BRI sebagai salah satu bank kustodian Taspen bertujuan meningkatkan tata kelola dan efektivitas dari aset surat berharga yang dimiliki Taspen sehingga Taspen pada akhirnya bisa memberikan manfaat lebih kepada peserta.
Selain itu, lanjut Iqbal, hal tersebut menjadikan kualitas kerja sama yang telah terjalin selama 25 tahun dengan BRI semakin meningkat.
Dirut BRI Suprajarto mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Taspen.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Taspen kepada BRI selama ini. Kami juga siap untuk ikut serta dalam membantu Taspen dalam program digitalisasi layanan yang sedang dikembangkan Taspen," ujar Suprajarto.
Taspen, lanjutnya, bisa memanfaatkan teknologi informasi dan satelit yang dimiliki BRI guna menunjang layanan yang diberikan Taspen kepada peserta.
Saat ini jumlah peserta Taspen yang dilayani melalui jaringan BRI telah mencapai hampir 900 ribu orang dengan nilai pembayaran per bulan mencapai Rp2,1 triliun.
"Ke depan kami juga berharap agar agen BRI link yang tersebar di seluruh Indonesia juga bisa melayani peserta Taspen," ujarnya.
Skema baru pensiun
Sementara itu, terkait dengan skema baru pensiun aparat sipil negara (ASN) yang sedang digodok pemerintah, Iqbal menyatakan sampai sejauh ini pemerintah masih memercayakan pengelolaannya kepada Taspen.
Dengan skema yang baru, iuran pensiun akan dibayarkan tidak saja oleh negara, tetapi juga oleh ASN. Dengan demikian, hasil akhir yang diterima pensiunan akan lebih besar daripada yang ada saat ini.
"Jadi, akan ada perubahan dari skema pay as you go menjadi fully funded. Tapi ini sedang dimatangkan pemerintah," ujarnya.
Taspen saat ini sedang dalam upaya pembenahan agar bisa menjalankan perubahan skema pensiunan yang sedang dipersiapkan pemerintah. Yang pasti, Taspen saat ini telah menjalankan tugas sebagai pengelolaan dana pensiun milik ASN.
"Kerja sama yang dilakukan hari ini juga menjadi bagian dari peningkatan kapabilitas Taspen," ujar Iqbal.
(E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved