Garuda Indonesia akanTerbangi Prancis dan Jerman

Wibowo
14/4/2015 00:00
Garuda Indonesia  akanTerbangi Prancis dan Jerman
(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
PT Garuda Indonesia (persero) Tbk berencana membuka penerbangan ke Prancis dan Jerman. Itu mempertimbangkan perkembangan perekonomian kedua negara tersebut yang tumbuh antara 2%-3%. "Terutama the biggest growth adalah Jerman, kalau pertumbuhan perekonomian Prancis masih di bawah Jerman," kata Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, perusahaan berkode emiten GIAA itu akan melayani penerbangan kedua kota tersebut sebanyak tiga atau empat kali dalam seminggu. Rencana pembukaan rute penerbangan ke Prancis dan Jerman merupakan respon dari tambahan tiga unit pesawat Boeing 777-300ER. Ketiga pesawat itu akan tiba pada Juni, September, dan Oktober.

Arif mengatakan Garuda Indonesia akan menambah sembilan unit pesawat pada tahun ini. Dia mengungkapkan Garuda Indonesia sedang mengkaji skema penerbangan ke Prancis dan Jerman. Pasalnya keterbatasan bandar udara (bandara) untuk penerbangan langsung (direct flight).

Untuk penerbangan ke Eropa, Garuda Indonesia sudah membuka rute penerbangan ke Amsterdam. Penerbangan langsung itu dilaksanakan sebanyak lima kali dalam seminggu, yakni Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain itu, Garuda Indonesia juga berencana menambah frekuensi penerbangan ke Timur Tengah. Sebelumnya BUMN aviasi itu menunda pembukaan penerbangan ke Nagoya, Jepang, dan menutup rute penerbangan ke Brisbane, Australia. Keputusan itu sebagai kebijakan pengurangan sejumlah rute penerbangan internasional yang akan dialihkan ke rute yang lebih potensial.

Sementara itu, Direktur Keuangan Garuda Indonesia IGN Akhsara Danadiputra menambahkan perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada kuartal kedua 2015 dibandingan realisasi tahun sebelumnya. Pencapaian itu didukung peningkatan jumlah penumpang sebanyak 12,5%.

Adapun, Garuda Indonesia menacatat pendapatan Rp112 miliar dari penjualan tiket pada penyelenggaraan Garuda Travel selama tiga hari di Jakarta. Sementara dari Medan, Sumatera Utara senilai Rp10 miliar, lalu Manado, Sulawesi Utara, Rp5 miliar.

Ia meyakini Garuda Indonesia akan membukukan kinerja positif pada kuartal pertama tahun ini. "Untuk triwulan pertama tahun 2015, saya bilang kinerja Garuda Indonesia cukup baik. Loss berkurang banyak. Kalau kuartal pertama tahun 2014 kita rugi US$162 juta, itu akan hilang," tambahnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya