Tantangan Digitalisasi Industri Umrah

Gnr/S-2)
08/7/2018 23:00
Tantangan Digitalisasi Industri Umrah
( ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

MESKI sudah banyak bertebaran industri perjalanan daring (online travel agent) yang menawarkan tiket perjalanan beserta akomodasi, transformasi serupa tidak serta-merta berlangsung pada segmen industri perjalanan umrah. Sebagai bagian dari biro perjalanan wisata, industri biro umrah berjalan lamban menuju digitalisasi.

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, mengatakan industri umrah memerlukan kepercayaan tinggi (trust) dari masyarakat. Beberapa komponen, seperti pengurusan dokumen, menurutnya, tidak bisa begitu saja dilakukan secara digital.

"Proses digitalisasi industri umrah memang masih berkutat pada soal pemasaran digital (digital marketing) yang merupakan keniscayaan saat ini, tapi beberapa komponen tidak bisa dilakukan dengan digitalisasi," kata Syam yang juga direktur Utama Patuna itu, Selasa (3/7).

Sapuhi saat ini sedang berupaya menyempurnakan website pribadinya untuk bisa menjadi kanal rujukan bagi para jemaah umrah mengenal sekitar 170 anggota yang saat ini tergabung dalam organisasi yang baru terbentuk pada Mei tersebut. Syam tak menutup kemungkinan akan ada perkembangan lebih lanjut dari sisi digital untuk industri umrah.

Sebelum ke sana, ia lebih dulu menginginkan anggota Sapuhi untuk bisa memenuhi sejumlah persyaratan baru dari Kementerian Agama. "Kita memulai dengan manajemen keuangan, terutama terkait dengan laporan keuangan dan perpajakan," ujarnya.

Salah satu pionir dalam digitalisasi bisnis penyelenggaraan umrah ialah Safa Booking besutan PT Safa Amsa Indonesia. Melalui sistem pemesanan online, jemaah dengan mudah dapat memilih, memesan, dan melakukan pembayaran melalui website safabooking.com maupun via aplikasi safaumrah. Jemaah pun dapat memantau status pemesanan paket umrah mereka, mulai tahapan pemesanan, pembayaran, status visa umrah, hingga waktu keberangkatan.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya