Potensi Pasar Perlengkapan Bayi Elektronik Terbuka
MI
23/3/2015 00:00
(GRAFIS/EBET)
PERKEMBANGAN teknologi yang semakin canggih kian memudahkan banyak orang mengetahui parameter kesehatan melalui perangkat komunikasi mereka.
Kini, teknologi itu merambah pasar perlengkapan perawatan dan bayi dan balita yang terkoneksi dengan bluetooth dan wireless. Misalnya saja sebuah klip kursi mobil bayi dari Intel yang menginformasikan orang tua jika anak mereka duduk dengan benar, atau empeng pintar (Pacif-i) yang mengukur suhu bayi sekaligus menjaga mereka agar tidak menangis.
\"Saya secara pribadi telah melihat perangkat untuk melatih (bayi) menggunakan toilet, melacak gerakan bayi, dan memonitor detak jantung bayi hanya dari web-cam,\" ungkap Shashi Jain, Internet of things (IOT) Inovasi Manager di Intel.
Potensi pasar produk berteknologi yang berfokus pada keamanan dan kenyamanan bagi para orang tua juga besar. Sebuah perusahaan riset pasar, memprediksi pasar global perangkat dan layanan internet \'produk-produk pintar\' itu akan melebihi US$7 triliun (sekitar Rp91.000 triliun) pada 2020, naik dari US$1,9 triliun (Rp24.700 triliun) di 2013.
Salah satu produk IOT dalam perawatan bayi ialah termometer digital berupa tombol (patch) fleksibel. Tombol tersebut yang akan mengirimkan perkembangan suhu bayi ke smartphone anda melalui aplikasi yang terhubung dan akan memberikan peringatan bila suhu bayi melampaui suhu yang dianggap demam.
\"Bayi tidak bisa berbicara dan sehingga mereka tidak bisa mengatakan jika mereka terlalu panas, terlalu dingin, lapar atau tersedak. Tapi sensor bisa,\" kata Surj Patel, pendiri Thing Tuesday, pertemuan Internet of Things, di Portland, Oregon.
Di Amerika sensor untuk bayi menjadi sesuatu hal yang diminati. Menurut Sproutling, perusahaan yang juga membuat sensor gelang kaki bayi, dari empat juta bayi yang lahir setiap tahun di Amerika Serikat, 75% dari orang tua mereka membeli monitor bayi atau tracker.
Perangkat canggih inipun tidak terbatas hanya untuk para bayi dan balita, para calon ibu pun menjadi sasaran pengembangan produk IOT. Salah satunya ialah Bellabeat, perusahaan pengembang tiga alat tracker untuk para ibu hamil.
\"Untuk batch pertama preorder saja sudah habis terjual, dari 10 ribu penjualan menghasilkan pendapatan hingga US$1,2 juta (Rp15,6 miliar),\" kata Sandro Mur, co-founder dan CEO dari BabyWatch.
Berbagai gadget ini menjadi tren karena menjanjikan mengambil alih tugas \'tebak-tebakan\' dari orang tua. Namun hal ini menjadi tidak jelas apakah konsumen hanya mengikuti trend \'smart everything\' sebab tidak semua perangkat tersebut dapat sepenuhnya berguna.
Sebuah survei yang dilakukan oleh kelompok Affinnova Nielsen, lebih dari 40% orang dewasa AS mengatakan bahwa produk pintar yang mereka lihat selama ini lebih tampak seperti penipuan, dan 59% mengatakan mereka membutuhkan bukti nyata jika harus mengeluarkan uang untuk membeli produk cerdas itu. (Dro/CNB/E-3)