Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 15 tahun Executive Global Leadership (ECGL) telah menjadi pusat pembelajaran kelas dunia bagi para eksekutif yang ingin mendapatkan perspektif baru dalam strategi manajemen dan kepemimpinan. Dalam rangka merayakan pencapaiannya di tahun ke-16, ECGL mengadakan The ECGL Leadership Forum sekaligus pertemuan alumni di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (4/7).
Sekitar lebih dari 200 orang menghadiri acara ini. Para hadirin merupakan jajaran pimpinan dari perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta, duta besar dari negara-negara sahabat, dan ketua lembaga-lembaga tinggi negara. Turut menghadiri acara adalah Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, Wali Kota Bandung yang juga calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil.
ECGL Leadership Forum merupakan forum kepemimpinan pertama di Indonesia. Dr Tanri Abeng MBA, pendiri dan Chairman ECGL, memaparkan pentingnya kepemimpinan saat membuka acara.
"Apa pun organisasinya memerlukan leader yang baik. Karena instansi adalah cerminan dari leader-nya," kata Tanri dalam sambutannya. Sebagai mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara pertama di Indonesia, ia juga mengakui bahwa memimpin BUMN bukan lah perkara mudah.
"Memimpin BUMN itu sensitif secara politik dan berisiko membuat keputusan yang merugikan negara," sambungnya.
Ungkapan Tanri juga diamini oleh Rini M Soemarno, Menteri BUMN kedelapan RI yang menjadi pembicara di acara ini.
"Tantangan Kementerian BUMN adalah meningkatkan kualitas hidup manusia," ujarnya.
Selain itu, menurut Rini, untuk menjadi seorang leader BUMN harus dapat membangun hubungan strategis dengan pemangku kepentingan, harus jadi agen perubahan, dan berani melakukan investasi jangka panjang sehingga BUMN dapat sustain 10-20 tahun ke depan. Ia juga sempat berbagi kebanggaannya sebagai pemimpin perempuan karena sekarang semakin banyak pimpinan BUMN yang juga perempuan.
"Ada 143 BUMN, potensi jadi pemimpin adalah tentang kapabilitas," katanya.
Dalam sesi Leadership Panel yang didukung PwC selaku mitra ECGL, Plt Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan bahwa aspek penting untuk jadi pemimpin yang baik ialah kemampuan me-manage karyawan. Sementara Dirut Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono, sempat menceritakan sejarah pos Indonesia yang panjang dan betapa jasa pengiriman sangat penting bagi banyak orang. Turut berbagi tentang kepemimpinan dalam BUMN ialah Muhammad Awaluddin, Dirut Angkasa Pura II.
Lain lagi bila bicara tentang Kepemimpinan Politik. Pembicara selanjutnya dalam ECGL Leadership Forum, Datuk Seri Anwar Ibrahim, pemimpin koalisi partai politik Pakatan Harapan di Malaysia mengatakan bahwa pemimpin negara bisa memiliki target pertumbuhan ekonomi hingga dua digit, penawaran investasi yang menarik, inflasi rendah, tapi itu semua bukan kepemimpinan bila tidak disertai kepedulian terhadap rakyat jelata.
"Apa arti perkembangan ekonomi bila tidak ada distribusi kekayaan yang merata? Janganlah menjadi pemimpin yang datang ke rakyat dari kalangan pra sejahtera hanya saat pemilihan. Tapi kemudian saat sudah berkuasa, kita sibuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kroni-kroninya," kata dia.
Anwar Ibrahim juga memandang pentingnya pemimpin politik mengubah sudut pandangnya dalam hal kekuasaan. "Kuasa itu adalah amanah. Pemimpin itu harus pikul amanah. Bukan menggunakan kuasa untuk merampok," pesannya.
Menghadirkan figur berpengaruh penting dengan latar belakang beragam merupakan bagian dari visi Tanri Abeng sebagai Ketua dan Pendiri ECGL. Program yang ditawarkan ECGL membaurkan konsep pembelajaran kelas dunia dan konsep manajemen kepada eksekutif yang bersemangat serta berambisi tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan.
ECGL telah meluncurkan Advanced Leadership Program (ALP) sejak 2012. Pada hari ini menjadi momen peluncuran ALP 2018. Program ini terdiri atas 11 modul yang setiap modulnya dilaksanakan dalam 20 jam. Setiap sesi akan diadakan di kelas ECGL yang terdapat di Jakarta dan Bali. Pengajar modul berasal dari fasilitator kelas dunia yang memiliki pengalaman akademis yang kuat dan beraneka latar belakang manajemen bisnis. Kebanyakan dari para pengajar berasal dari mitra ECGL, yaitu Rotterdam School of Management, Erasmus University di Belanda.
Program Advanced Leadership 2018 yang ditawarkan ECGL akan memberikan perspektif baru, konsep yang realistik dan metode akurat dalam kepemimpinan dan manajemen. Sehingga peserta yang berpartisipasi memiliki kemampuan strategi manajemen, pengembangan organisasi, dan transformasi bisnis untuk ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan yang berdaya guna. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved