PGN Akuisisi Pertagas Rp16,6 T

Fetry Wuryasti
04/7/2018 07:55
PGN Akuisisi Pertagas Rp16,6 T
(ANTARA/GALIH PRADIPTA)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengumumkan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan anak usaha PT Pertamina melalui proses kesepakatan pengambilalihan saham Pertagas yang dimiliki Pertamina, dengan nilai nominal Rp16,6 triliun.

"Angka tersebut setara dengan 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas," ungkap Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama kepada pers, di Jakarta, kemarin.

Proses pengambilalihan saham Pertagas oleh PGN dilakukan melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sales purchase agreement/CSPA) pada Jumat (29/6), antara Pertamina yang diwakili Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso dan Direktur Utama PGN Jobi Triananda.

Nilai transaksi tersebut merupakan harga pembelian untuk 2.591.099 lembar saham yang dimiliki Pertamina dalam Pertagas. Dengan begitu, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas sehingga hanya terdapat PT Pertagas Niaga yang jadi anak usaha yang tercatat di buku Pertagas.

Rachmat Hutama menyampaikan, integrasi Pertagas dalam PGN merupakan rangkaian dari proses pembentukan perusahaan induk pada bidang minyak dan gas bumi (holding BUMN Migas) yang merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional.

Sementara itu, pembentukan holding migas telah dimulai dengan penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (persero) PT Pertamina.

Rachmat menambahkan, transaksi tersebut secara langsung akan memberikan nilai tambah strategis serta meningkatkan daya saing perseroan. Transaksi tersebut juga akan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan dan menegaskan komitmen perseroan untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur gas nasional.

"Kami harap transaksi ini dapat menjadikan perseroan mampu menjadi pemain uta-ma pada bidang transmisi dan distribusi gas bumi baik di dalam maupun di luar negeri," imbuh Rachmat.

 

Pendanaan eksternal

Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevy menyampaikan, nilai akuisisi Pertagas oleh PGN senilai Rp16,6 triliun itu akan dipenuhi melalui pendanaan internal dan eksternal.

"Kami masih punya kemampuan untuk membiayai transaksi ini, tapi tidak semua diambil dari dana internal. Sepertiganya dari internal, dan sisa dua pertiganya dari (pendanaan) eksternal dengan mempertimbangkan efek yang paling minimal buat PGN," katanya seperti dikutip dari Antara.

Riza mengakui perseroan tengah mengkaji langkah yang memungkinkan hal tersebut karena masa transaksi diha-ruskan rampung dalam 90 hari ke depan.

Namun, Riza menambahkan, pihaknya belum dapat mengungkap perbankan yang akan didekati untuk mendapatkan pinjaman tersebut. "Sudah ada bank-nya, nanti saya akan kasih tahu," katanya.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda mengatakan masih banyak opsi pendanaan yang bisa diraih perseroan untuk membiayai akuisisi, termasuk pinjaman langsung ke perbankan dan penerbitan obligasi.

"Opsinya banyak, bisa bond (obligasi), bisa kita pinjam dari bank langsung. Masih banyak opsi. Kita harus diskusikan," pungkas dia.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya