Daya Beli Masyarakat masih Baik Meskipun Inflasi Rendah

Tesa Oktiana Surbakti
02/7/2018 19:15
Daya Beli Masyarakat masih Baik Meskipun Inflasi Rendah
( ANTARA FOTO/Ampelsa)

DENGAN tingkat inflasi Juni 2018 yang terkendali di level 0,59%, daya beli masyarakat diyakini masih baik. Namun tidak dapat dipungkiri golongan menengah atas cenderung menahan belanja untuk menabung dan investasi.

"Saya pikir demand side-nya bagus ya. Memang lebih rendah dari tahun lalu, tapi tidak rendah amat. Buktinya dari sumbangan bahan makanan dan transportasi ke inflasi cukup tinggi," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto usai konferensi pers di kantornya, Senin (2/7).

Berdasarkan catatan BPS, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan memiliki andil terhadap inflasi Juni 2018 sebesar 0,26%. Tingkat inflasi kelompok tersebut bahkan mencapai 1,50%. Kecuk, sapaan akrabnya, menekankan kenaikan tarif angkutan udara yang menjadi pemicu inflasi kelompok tersebut, mencerminkan besarnya permintaan.

"Transportasi permintaannya masih tinggi sekali. Kalau masyarakat gak punya uang, kan gak akan bisa. Gak akan setinggi itu (tingkat inflasinya). Jadi kalau saya lihat daya beli masih bagus," tukas Kecuk.

Di satu sisi, dia mengamini terdapat indikasi golongan menengah ke atas menahan uang untuk belanja konvensional. Namun hal itu tidak menunjukkan daya beli yang melemah. Semantara itu, kelompok bahan makanan dengan inflasi 0,88% berkontribusi 0,19% terhadap tingkat inflasi Juni 2018.

"Ada indikasi bahwa golongan menengah ke atas itu menahan uangnya. Tapi menahan uang bukan karena tidak mampu, melainkan lebih untuk menabung dan investasi. Ini kan sesuatu yang bagus. Jadi permintaan selama Lebaran saya pikir masih kuat. Kalau (komponen seluruh) inflasi rendah banget, itu mungkin akan menjadi masalah. Buktinya (inflasi) bahan makanan masih naik, transportasi juga naik tinggi," terangnya.

Lebih lanjut dia menambahkan capaian inflasi Lebaran 2018 memang berbeda dibandingkan inflasi Lebaran tahun-tahun sebelumnya yang relatif tinggi. Kondisi tersebut tidak lepas dari keberhasilan berbagai upaya pemerintah dan Bank Indonesia menjaga stabilitas harga komoditas strategis.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya