Kendalikan Harga Beras, Pemerintah Wajib Benahi 4 Hal
Haykal
10/4/2015 00:00
(ANTARA /Bima)
Meski panen, harga beras di sejumlah daerah mengalami kenaikan. Pemerintah diminta 4 faktor agar mengendalikan harga pangan yang tidak berdampak negatif terhadap inflasi.
"Pemerintah perlu memperhatikan empat variabel yang mempengaruhi kenaikan harga beras," ujar Sekretaris Jendral Asosiasi Hortikultura Nasional, Ramdansyah di Jakarta, kemarin.
Pertama, ketersediaan stok beras di daerah-daerah harus diperhitungkan secara lebih spesifik. Ketimpangan stok bisa saja terjadi sehingga menyebabkan perbedaan harga atau kelangkaan di daerah-daerah tertentu.
Kedua, daerah perbatasan seperti Batam dan Manado tidak boleh melakukan impor beras. Menurut Ramdansyah, daerah perbatasan sangat mudah dimasuki impor beras karena dekatnya akses dengan pasar di perbatasan negara lain.
Pengawasan di daerah perbatasan juga masih lemah dan berpotensi menyebabkan beras impor membanjiri pasar nasional secara ilegal.
Ketiga, pemerintah juga harus memperhitungkan anomali cuaca saat ini. Persediaan stok bisa terganggu bila cuaca hujan ekstrim menghantam. Persiapan menghadapi cuaca buruk harus menjadi variabel yang diperhitungkan untuk menjaga keseimbangan harga.
Keempat, melakukan pendekatan yang humanis dengan para pedagang. Ramdansyah tidak setuju penggunaan istilah penimbun atau mafia. Menurut Ramdansyah, bagaimana pun pedagang beras perlu memperoleh keuntungan agar bisa mempertahankan usahanya, sehingga wajar bila mereka mengeluarkan stok mereka dengan sangat hat-hati (menjual bila harga naik).
''Pemerintah untuk menghimbau para pedagang mengeluarkan stoknya dengan menjalin komunikasi yang berorientasi menguntungkan produsen dan konsumen,'' pinta dia.
Ramdansyah menilai kenaikan harga beras yang terjadi saat ini lebih kerena tingkat konsumsi beras premium yang meningkat. Beras premium digunakan oleh industri seperti hotel dan restoran. Sejak impor dihentikan, industri ini menyerap beras premium dari stok beras lokal sehingga stok beras medium menjadi berkurang. Kekurangan stok beras medium inilah yang menyebabkan kenaikan harga.
Pedagang sewajarnya akan memilih pasar premium untuk menjaga ketahanan ekonomi mereka. Namun menurut Ramdansyah, pasokan beras di lapangan masih mencukupi pemenuhan kebutuhan beras medium maupun premium. ''Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menghilangkan kekhawatiran pedagang akan potensi kerugian dari ketidakpastian harga,'' pungkas dia. (*/E-5)