Kenaikan Harga BBM akan Dorong NPL

Irene Harty
09/4/2015 00:00
Kenaikan Harga BBM akan Dorong NPL
( ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) berpotensi naik di tahun ini. Kenaikan NPL itu didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Rasio kredit bermasalah perbankan diproyeksikan akan berada di 2%-2,5%," ujar Analis PT ICRA Indonesia, Kreshna D Armand, dalam konferensi pers diskusi ulasan kinerja 2014 dan prospek 2015 untuk sektor perbankan, pertambangan, dan property, di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (9/4).

Pada akhir Maret 2015, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak seiring peningkatan harga minyak mentah dunia. Harga Bensin Premium RON 88 naik dari Rp 6.800/liter jadi Rp 7.300/liter (harga di luar Jawa-Madura-Bali) dan Rp 7.400/liter (Harga di Jawa-Madura-Bali).

Ia menyebutkan terdapat sejumlah segmen bisnis yang akan mengalami peningkatan NPL yakni manufaktur, konstruksi, properti, pertambangan, infrastruktur, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kresna menyebutkan NPL kredit properti khususnya real estate kini berada di sekitar 1%.

"Kemarin NPL kredit UMKM juga naik. Jadi bank akan wait and see sepertinya," kata Kreshna. Baginya meski UKM mampu bertahan di makroekobomi tapi untuk ekonomi doemstik kerentanan bisa muncul akibat inflasi harga pangan dan Bahan Bakar Minyak. Adapun sejumlah rasio kesehatan perbankan lainnya masih aman, antara lain rasio kredit terhadap simpanan (loan depocit ratio/LDR) 89%-95%, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berkisar 17%-19%, dan margin bunga bersih (net interst margin/NIM) 6%. (Ire/E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya