China Ingin Tingkatkan Impor Pisang Indonesia

Dero Iqbal Mahendra
30/6/2018 18:25
China Ingin Tingkatkan Impor Pisang Indonesia
(ANTARA/Mohammad Ayudha)

USAI bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan People Republic of China (PRC), Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengungkapkan pihak China menyatakan komitmennya untuk memenuhi semua permintaan pihak Indonesia berdasarkan kunjungan Perdana Menteri RRT HE Li Qiang saat ke Jakarta.

Enggar menjelaskan Indonesia berpotensi untuk meningkatkan ekspor produk hortikultura khususnya terkait dengan buah-buahan. Namun dia menyoroti kebijakan dari pemerintah China yang sangat lama dalam pengambilan kebijakan dalam hal peningkatan impor produk Indonesia dan itu mengambil waktu bertahun tahun.

"Mereka menjanjikan seluruh permintaan kita akan diperhatikan, bahkan sekarang dia mendorong betul mengenai pisang. Karena jumlah ekspor kita ke China sedikit sekali sedangkan kebutuhan mereka sangat besar," jelas Enggar kepada Media Indonesia, Sabtu (30/6).

Enggar juga menjelaskan bahwa untuk produk buah lainnya seperti manggis, salak dan juga nanas. Dalam kesempatan tersebut Enggar menegaskan bahwa prosuk produk tersebut adalah produk sensitif, meski tidak besar nilainya sama seperti jeruk mandarin bagi China.

Enggar menjelaskan bahwa pengetatan impor jeruk mandarin oleh Indonesia memang merupakan strategi yang diterapkan dirinya agar pihak China mempertimbangkan untuk membuka impor bagi produk sensitif Indonesia lainnya, termasuk di antaranya sarang burung walet yang sempat dipersulit.

"Sementara ini sudh dibuka untuk 19 perusahaan dari awalnya 7 perusahaan dan kemudian 11 perusahaan. Dia menyampaikan bahwa kenaikan impor sarang burung walet sudah meningkat," jelas Enggar.

Enggar mengatakan Indonesia tidak masalah dengan permintaan China yang meminta kualitas sarang walet yang di ekspor adalah kualitas yang sudah putih. Akan tetapi, ia menekankan agar pihak China tidak membuat non tarief barier yang menggangu ekspor Indonesia ke China.

Enggar juga menyebut bahwa petugas karantina China sering tidak siap dalam menghandle produk yang datang. Namun Wakil Menteri perdagangan China menjelaskan pihaknya saat ini sudah memperbaiki hal tersebut dengan karantina dengan beacukai yang sudah disatukan sehingga sudah memiliki tenaga yang cukup.

"Saya katakan sekali lagi, saya minta betul kerja sama ini bisa meningkat dan jangan ada hambatan. Karene (perdagangan ini) bukan saja menutup defisit kita tetapi hal-hal yang sensitif ini mohon dilakukan dan dia mencatat dengan baik," ujar Enggar.

Dalam kesempatan tersebut Enggar juga kembali mengingatkan akan kesepakatan impor CPO-nya minimum 500 ton pertahun. Enggar meyakini dengan hubungan Indonesia dan RRT yang sudah cukup lama dan memilihi kistoris maka seharusnya dapat lebih ditingkatkan. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya