Mobil Listrik untuk Ketahanan Energi

Usman Kansong
29/6/2018 22:50
Mobil Listrik untuk Ketahanan Energi
(Ilustrasi--thinkstock)

PRESIDEN Joko Widodo mendorong pengembangan mobil listrik di Tanah Air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pengembangan itu demi ketahanan energi.

"Pandangan saya, mengapa presiden mendorong supaya ada lompatan teknologi di Indonesia, agar tidak mengekor dari negara lain. Ini demi ketahanan energi nasional karena kendaraan berbahan bakar fosil, impor bakal makin tinggi," tutur Jonan saat transit di Dubai sepulang menjadi pembicara di World Gas Conference di Washington DC, Amerika Serikat.

Jonan menjelaskan, produksi BBM hanya 800 ribu, sementara konsumsi 1,5 juta. Pada 2030 diprediksi konsumsi BBM meningkat menjadi 2 juta barel, padahal produksi belum tentu bisa mencapai 1 juta barel.

"Karena itu kita dorong mobil listrik. Mobil fosil tetap ada, demikian juga hybrid. Tapi diharapkan mobil listrik lebih besar, karena bahan bakar listriknya dari domestik sehingga memperlambat pertumbuhan impor BBM," papar Jonan lagi.

Jonan memastikan industri otomotif termasuk industri turunannya, sepeti knalpot, lampu, serta perawatan. Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian pun mendukung.

"Kemenperin melakukan adjustment bertahap. Kemenkeu setuju asal dirakit di dalam negeri dan ada insentif fiskal," kata Jonan.

Pertamina, lanjut Jonan, tetap melanjutkan pembangunan kilang karena pengembangan mobil listrik butuh waktu panjang. Artinya, dalam 20 tahun sampai 30 tahun ke depan, mobil berbahan bakar minya masih ada.

"Kalau kelak semua mobil sudah mobil lisrik Pertamina harus membuat industri turunan minyak, yakni kimia seperti Candra Asri," pungkas Jonan. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya