Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah menyiapkan skema kredit usaha rakyat (KUR) untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan mendorong kinerja sektor pariwisata yang saat ini sedang berkembang.
"Itu sudah sepakat semua, Pak Menko (Perekonomian), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BI (Bank Indonesia), dan perbankan, nanti akan ada KUR khusus pariwisata," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai rakor pengembangan investasi sektor pariwisata di Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.
Arief menjelaskan industri pariwisata saat ini tidak mendapatkan bantuan kredit secara langsung untuk mengembangkan usaha dan porsinya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan penyaluran kredit ke industri lain. "Total kredit, tidak harus KUR, yang disalurkan ke pariwisata, hanya 3% dari total kredit," ujarnya.
Hingga akhir Mei 2018, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp57,6 triliun atau sekitar 48% dari target penyaluran sebesar Rp120 triliun kepada 2.201.005 debitur. Sebagian besar sektor yang memperoleh KUR ialah industri yang berkinerja positif kepada sektor produksi seperti pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan jasa-jasa.
Saat ini, menurut Arief, sedang dilakukan standardisasi nomenklatur dalam penyaluran KUR agar sektor pariwisata bisa memperoleh kemudahan dalam mendorong usaha dan meningkatkan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
"Kita sepakat nomenklaturnya, kita standardisasi, karena di pariwisata ini ada bebe-rapa subsektor, seperti hotel, restoran, kafe, lalu kita buat untuk homestay," ujarnya.
Arief mengharapkan rencana penyaluran KUR untuk sektor pariwisata ini bisa diberikan segera melalui tahapan finalisasi sehingga bisa diberikan mulai Juli 2018 setelah penerbitan aturan pelaksanaan untuk penyaluran KUR industri pariwisata.
Ia juga berharap dengan penyaluran KUR ini, industri pariwisata makin berkembang dan jumlah kedatangan turis meningkat untuk mendorong pendapatan devisa. Adapun jumlah devisa yang ditargetkan dari kedatangan wisatawan mancanegara pada 2019 ialah US$20 miliar dari 20 juta turis yang berkunjung ke Indonesia.
Belum memadai
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menambahkan pembiayaan di sektor pariwisata saat ini belum memadai, padahal sektor pariwisata sedang berkembang dengan adanya 10 destinasi unggulan.
"Pariwisata bisa menghasilkan pendapatan dari dolar. Selama ini pembiayaannya masih tersebar, tidak terkoordinasi dengan baik, padahal ke depan ada 10 destinasi pariwisata menjadi prioritas," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Wimboh mengharapkan penyaluran KUR di sektor pariwisata bisa mendorong kegiatan ekonomi terutama bagi pelaku usaha kecil, apalagi penyaluran kredit untuk industri ini tidak menimbulkan risiko yang besar. "Kalau ada turis masuk, berarti risikonya kecil. Cuma agar turis masuk dan menarik, harus ada yang dibenahi satu-satu, seperti pembenahan destinasi, transportasi, keamanan, dan lingkungan yang menyenangkan," ujarnya.
(E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved