Tiga Bendungan Siap Dukung Pertanian Sulsel

(Pra/E-2)
30/6/2018 03:20
Tiga Bendungan Siap Dukung Pertanian Sulsel
(Ist)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tengah menyelesaikan pembangunan tiga bendungan di Sulawesi Selatan (Sulsel), yaitu Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Karalloe di Kabupaten Gowa, dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar.

Ketiga bendungan itu diharapkan dapat meningkatkan tampungan air menjadi 261,23 juta meter kubik dan digunakan untuk meningkatkan suplai air irigasi di provinsi yang dikenal sebagai salah satu sentra pangan nasional tersebut.

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono optimistis penyelesaian ketiga bendungan yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) akan tepat waktu.

Bendungan Paselloreng mulai dibangun sejak pertengahan 2015 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Progres fisiknya saat ini sudah mencapai 73,01%.

Bendungan itu akan mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektare (ha). Kapasitas tampung maksimal bendungan mencapai 138 juta meter kubik atau sembilan kali lebih besar daripada Bendungan Raknamo dengan kapasitas 14 juta meter kubik yang diresmikan Presiden Joko Widodo awal 2018 lalu.

Bendungan Passeloreng merupakan salah satu dari sembilan ben-dungan yang akan rampung di 2018, selain Bendungan Rotiklod di NTT, Tanju, Mila, dan Bintang Bano di NTB, Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Sei Gong di Batam, dan Sindang Heula di Banten.

Pengerjaan konstruksi Bendung-an Paselloreng dilakukan PT Wijaya Karya dan PT Bumi Karsa dengan skema kerja sama operasi yang nilai biayanya mencapai Rp736 miliar. Adapun PT Mettana, PT Timor Konsultan, dan PT Raya Konsultan berlaku sebagai konsultan supervisi dengan nilai kontrak sebesar Rp 37,5 miliar.

Selain Passeloreng, terdapat dua bendungan lain yakni Karalloe dan Pamakkulu yang siap menopang sektor pertanian di Sulsel.

Bendungan Karalloe didesain dengan kapasitas sebesar 40,53 juta meter kubik dan akan mampu meng-airi lahan irigasi seluas 7.000 ha. Bendungan itu akan menjadi sumber air baku 440 liter per detik, pembangkit listrik mikrohidro 4,5 Mw, pengendali banjir, konservasi air, dan pariwisata. Sejak dimulai proses konstruksinya pada 2013, saat ini progres pengerjaan bendungan itu baru 53,81% dan ditargetkan rampung tahun depan.

Konstruksi bendungan dikerjakan PT Nindya Karya dengan nilai investasi Rp568 miliar.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya