Laba Holding Tambang Rp2,9 Triliun

(Cah/E-2)
30/6/2018 02:40
Laba Holding Tambang Rp2,9 Triliun
(MI/MI/Susanto)

DIREKTUR Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin memaparan kinerja holding BUMN tambang yang sangat baik, termasuk berhasil mencapai laba Rp2,9 triliun. Hal itu dipaparkannya kepada seluruh awak media London, Inggris, saat melakukan dinas perdana bersama seluruh pemimpin anggota holding BUMN tambang, yaitu PT Antam, PT Bukit Asam, dan PT Timah.

"Hilirisasi di industri pertambangan Indonesia penting untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan nilai ekspor dari produk turunan tambang yang nilainya bisa me-lonjak lima kali lipat dari bahan mentahnya" terang Budi dalam sesi press briefing bersama media internasional di London, Inggris, seperti tertuang dalam siaran resmi yang diterima Media Indonesia, Jumat (29/6).

Budi yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di sektor keuangan percaya bahwa Indonesia membutuhkan keseimbangan antara operasi upstream dan downstream sebagai hedging yang natural, didukung anak perusahaan bersama di London untuk pemasaran dan perdagangan internasional.

Ia juga mempaparkan tiga mandat utama untuk holding BUMN tambang, yaitu mengembangkan suplai tambang secara strategis melalui eksplorasi maupun akuisisi, meningkatkan nilai tambah produk tambang melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta menjadi perusahaan Fortune 500 Global Company dengan brand yang kuat di mancanegara.

Kepala Komunikasi Korporat Inalum, Rendi A Witular, menambahkan bahwa laba bersih dan EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi), konsolidasi pada holding BUMN tambang masing-ma-sing tumbuh 132% dan 99% atau sebesar Rp2,9 triliun. Perinciannya, Rp4,7 triliun di kuartal pertama tahun ini dari Rp1,3 triliun dan Rp2,4 triliun pada kuartal pertama 2017, yang ditopang dengan meningkatnya kinerja Antam dan PT BA.

Media briefing itu juga membahas bagaimana laba dan pendapatan tambang holding jauh lebih baik dengan konsolidasi dan sinergi sehingga akses pendanaan ke depan akan lebih baik dan efisien.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya