BEI Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp10 Triliun dalam 3 Tahun

Fetry Wuryasti
29/6/2018 20:20
BEI Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp10 Triliun dalam 3 Tahun
(MI/ADAM DWI )

DIREKSI PT Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021 menargetkan bisa meraih nilai kapitalisasi pasar Rp10 triliun dalam tiga tahun. Sebelumnya, direksi lama menargetkan angka yang sama bisa diraih pada 2020.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan, BEI menargetkan pertumbuhan kapitalisasi pasar setidaknya 15-20% per tahun. Saat ini, kapitalisasi pasar indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar Rp6.448,88 triliun.

Saat ini, BEI akan fokus pada penyelesaian transaksi saham menjadi T+2 yang akan diimplementasikan mulai 26 November 2018. Itu artinya pencairan dana dari penjualan saham dipercepat dari 3 hari menjadi 2 hari.

Jumat (29/6), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengumumkan bahwa percepatan penyelesaian transaksi bursa (settlement) dari T+3 menjadi T+2 akan diimplementasikan pada 26 November 2018 atau sekitar lima bulan dari sekarang. Hal tersebut disampaikan dalam pengumuman tentang Tanggal Implementasi Percepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa dari T+3 ke T+2.

"Kalau program ini kami berjalan semua berhasil, dalam arti dalam waktu dekat adalah program T+2, semua itu menunjukan arah untuk mendapatkan likuiditas market yang lebih baik. Katakan market berkembang 15-20% per tahun, kalau kapital market Rp7.000 triliun kenaikan 20 %, itu mencapai Rp8,4 ribu triliun. Dengan 20% lagi maka akan mencapai Rp10 ribu triliun. Saya rasa itu target yang optimistis tapi masih reasonable," ujar Inarno saat konferensi pers usai RUPST BEI di Gedung BEI, Jakarta, Jumat.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono Widodo, mengatakan target angka kapitalisasi pasar secara spesifik memang belum ditetapkan. Namun, dia optimistis dengan kenaikan 20%, angka Rp10 triliun bisa dicapai meski dengan kondisi ekonomi global saat ini.

"Market capital itu dilihat dari perusahaan yang masuk bursa juga menambah market cap-nya. Kami positif untuk bisa Rp10 triliun dalam 3 tahun," tukas Laksono. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya