Presiden Ingatkan Pentingnya Diversifikasi Produk

Rudy Polycarpus
28/6/2018 23:15
Presiden Ingatkan Pentingnya Diversifikasi Produk
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo mengimbau para petani melakukan diversifikasi komoditas, bukan beras semata. Menurutnya, komoditas lain yang memiliki nilai tambah juga harus dikembangkan.

Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam sambutannya saat peresmian pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018, di Istana Negara, Kamis (28/6).

"Saya sudah sampaikan kepada Menteri Pertanian, kita jangan konsentrasi padi saja. Ada komoditas lain yang memiliki nilai tambah harus kita kembangkan. Misalnya kopi. Permintaan kopi di Indonesia 20-an persen. Ini kesempatan untuk kita karena permintaan naik. Kalau permintaan naik maka harga pasti juga baik," kata Kepala Negara.

Ia juga menganjurkan para petani untuk juga menanam rempah-rempah. Presiden mengingatkan bahwa alasan utama penjajah dulu datang ke Indonesia adalah karena rempah-rempah.

"VOC dulu ke sini karena itu. Tapi sekarang itu sudah lama kita lupakan. Tahun lalu saya minta ke Mentan untuk ini dikembalikan lagi. Sebagai negara rempah-rempah Indonesia ini. Entah di Maluku, Maluku Utara, atau daerah lain. Jangan lupakan itu. Jangan kehilangan konsentrasi kita," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan agar tidak melupakan aspek penelitian dan pengembangan. Terlebih mengingat anggaran yang dikeluarkan untuk riset ini di dalam APBN cukup besar yaitu Rp26 triliun.

"Research and development kita sudah bertahun-tahun banyak melupakan ini. Kita sekarang 1 hektare masih berapa ton? 5,5 rata-rata nasional. Negara lain sudah 1 sampai 2 kali lipat yang kita miliki. Padahal anggaran riset sudah besar sekali. Itu yang akan kita benahi," ujarnya.

Dalal kesempatan tersebut, Presiden mengatakan bahwa anggaran yang digelontorkan ke desa melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi harus diawasi agar tepat sasaran.

"Dana desa lompatannya besar sekali, sampai tahun ini, berarti 4 tahun, sudah digelontorkan Rp187 triliun. Ini sebuah angka besar sekali, tapi petani harus bisa mengawasi ini digunakan untuk apa," ucap Presiden.

Presiden mencontohkan, satu desa bisa dapat dana hingga Rp1 miliar. Penggunaan dana desa ini, lanjut Presiden, harus semuanya diawasi dan bisa tepat sasaran.

"Misalnya untuk infrastruktur, irigasi, dibuat jalan produksi di sawah. Misalnya jembatan yang akan mempercepat proses transportasi. Ke depan ini akan memberikan efek besar produksi di Indonesia," lanjutnya.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya