Subsidi Listrik Hingga Desember Dilihat Tepat

Irene Harty
08/4/2015 00:00
Subsidi Listrik Hingga Desember Dilihat Tepat
(ANTARA/Rosa Panggabean)
KEPALA LPEM UI I Kadek Dian Sutrisna mengungkapkan subsidi Tarif Dasar Listrik untuk rumah tangga dengan daya hingga 2.000 VA hingga Desember 2015 sudah tepat.

"Saya rasa dengan kondisi makroekonomi sekarang ini dan berbarengan dengan kenaikan harga BBM saya rasa tepat," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia.

Berdasarkan studi LPEM-FE UI, menggunakan analisis kenaikan TDL 2014, kenaikan TDL memberikan tambahan inflasi sekitar 1,07%. Jumlah itu bila dibandingkan dengan kenaikan BBM dan kenaikan harga beras, dampak kenaikan TDL adalah yang terkecil.

Subsidi TDL sendiri tidak dapat serta merta dihapuskan terutama untuk rumah tangga miskin. Pada prinsipnya subsidi diberikan untuk yang membutuhkan yaitu rumah tangga yang tidak mampu sehingga subsidi listrik menjadi tepat sasaran.

"Memang akan ada trade off antara pemberian subsidi dengan efisiensi apalagi dalam kondisi makro seperti sekarang yaitu nilai tukar melemah menyebabkan tentunya beban subsidi menjadi lebih besar," lanjut Kadek. Jadi listrik untuk rumah tangga miskin seharusnya memang tetap disubsidi.

Berbicara dampaknya terhadap inflasi, tentunya tanpa subsidi akan menaikkan tarif listrik dan berimplikasi pada inflasi terutama administered price. Bagi rumah tangga akan menurunkan daya beli masyarakat.

Tentunya hal itu juga berdampak pada kemiskinan. Jadi rumah tangga tetap diberikan subsidi sebagai fungsi sosial dari BUMN.

Direktur Institute Development of Economics dan Finance, Enny Sri Hartati, menyatakan pemerintah perlu mengambil tindakan untuk mengkaji lagi kinerja PLN. PLN menurutnya perlu memiliki data yang transparan agar publik juga bisa menilai.

"PLN juga perlu terus mengembangkan sumber energi lain untuk menghasilkan listrik, jangan bergantung dengan BBM, memakai keunikan sumber energi daerah masing-masing," jelasnya. Enny pun memiliki gambaran ideal untuk subsidi listrik yang memang tidak dapat terus menerus diberikan.

Idealnya tidak subsidi tapi TDL tidak naik dan PLN tidak rugi. Dia mengatakan TDL Indonesia sudah sangat tinggi saat ini. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya