Akhir 2015, Pemerintah Targetkan PPA Listrik 11 MW
Gabriela Jessica Restiana Sihite
08/4/2015 00:00
(MI/Sumaryanto)
SEBAGAI bagian dari program pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw), pemerintah mendorong terjadinya power purchase agreement (PPA) untuk pembangkit berjumlah 11 ribu mw hingga akhir tahun ini. Kemudian, untuk tahun depan, PLN dan pemerintah menargetkan PPA sebesar 10 ribu mw.
"Dalam 5 tahun harus bisa mencapai target 35 ribu mw. Sehingga perlu datang ke sini untuk sampaikan ke manajemen bahwa target ini bukan target main-main, tapi target yang realistis tapi harus tercapai dengan kerja keras," kata Presiden Joko Widodo di Kantor Pusat PLN, Jakarta.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan sebagian besar pembangkit yang akan dibangun di tahun ini merupakan pembangkit berkapasitas besar.
"Karena sebagian besar pembangkit yang akan dibangun awal tahun ini adalah pembangkit 1x1000 mw, 2x1000 mw, dan 2x650 mw. Jadi pembangkit ini akan dibangun lebih cepat," ujar Sofyan.
Optimisme itu, kata Sofyan, terbangun setelah melihat banyaknya investor yang berminat membangun pembangkit di Indonesia. Selain itu, lokasi pembangunan pembangkit pun sudah mulai didiskusikan oleh pihaknya dan konsultan terkait. "Sehingga tidak seperti FTP (fast track program) I yang agak cepat, tapi lokasinya belum akurat," lanjutnya.
Pun, PLN juga bertanggung jawab terhadap pembangunan jaringan transmisi sebesar 42 ribu kilo volt (kv) untuk menunjang pembangkit listrik di seluruh wilayah di Tanah Air.
"Baik 500 kv, 250 kv, 450 kv, 20 kv jalur-jalur distribusinya. Ini juga memerlukan biaya yang sangat besar. Dananya ada dari pinjaman 80%.," tutur Sofyan.
Total investasi pembangunan pembangkit 10 ribu mw sendiri sekitar Rp1.200 triliun. "Per tahun sekitar Rp250 triliun. Makanya ga mungkin PLN bangun semuanya, makanya diserahkan ke IPP," imbuhnya.
Untuk pembiayaannya, PLN akan menggunakan laba perseroan tahun lalu, pinjaman, dan PMN dari APBN-P 2015. (Q-1)