OTORITAS Jasa Keuangan membuka kantor cabang baru di Purwokerto. Sebelumnya operasional OJK dilakukan di kantor Bank Indonesia Cabang Purwokerto.
Kepala Kantor OJK Purwokerto Farid Falatehan pada saat peresmian kantor di Purwokerto, Banyumas, Selasa (7/4), mengatakan OJK telah beroperasi di Purwokerto sejak akhir 2013 silam.
“Wilayah kerja kantor OJK Purwokerto meliputi 4 kabupaten di wilayah karesidenan Banyumas, yaitu Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara,†ujar Farid.
Ia menjelaskan, aset perbankan yang terdapat di wilayah karesidenan Banyumas sebesar Rp26,72 triliun. “Penyebaran aset terbesar berada di kabupaten Banyumas sebesar 55,23% atau Rp14,76 triliun,†ujarnya.
Sementara sebesar 26,07% atau Rp6,97 triliun aset perbankan berada di Cilacap, 10,24% atau Rp2,74 triliun di Banjarnegara, dan 8,46% atau Rp 2,26 triliun di Purbalingga.
Farid juga menjabarkan di wilayah kerja kantor OJK Purwokerto terdapat 33 perusahaan perbankan dengan 369 kantor di bawah kantor cabang. “Bank umum konvensional ada 37 kantor cabang dan 9 kantor cabang bank umum syariah.â€
Untuk BPR terdapat 18 kantor pusat dan 98 kantor cabang dengan 81 kantor di bawah kantor cabang. Selain itu ada 7 kantor pusat dan 3 kantor cabang BPRS dan 14 kantor di bawah kantor cabang. Perusahaan asuransi di karesidenan Banyumas sebanyak 34 perusahaan dengan 45 kantor cabang pemasaran.
Perusahaan pembiayaan sebanyak 61 dengan 61 kantor cabang dan 3 kantor cabang pegadaian serta 25 kantor di bawah kantor cabang.
Farid menjelaskan, OJK Purwokerto selama 2014 telah melakukan literasi keuangan kepada pelajar, mahasiswa, pondok pesantren, dan ibu-ibu PKK serta pedagang pasar.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan dengan adanya kantor baru OJK di Purwokerto diharapkan peran dan fungsi OJK dalam pelaksanaan tugas pengawasan terhadap seluruh industri jasa keuangan di Purwokerto dapat lebih optimal dan literasi keuangan terhadap masyarakat dapat ditingkatkan.
“Kalau di tahun 70an kita berjuang melawan buta huruf, sekarang kita berjuang melawan buta keuangan,†ujarnya.
OJK, lanjutnya, ingin meyakinkan bahwa manfaat dari jasa industri keuangan di Purwokerto, khususnya di karesidenan Banyumas, dapat dirasakan oleh masyarakat. “Oleh karena itu penting kerjasama dengan pemerintah daerah.â€
Kantor OJK di Purwokerto akan berfungsi untuk memperkuat tugas edukasi dan perlindungan kepada konsumen. “Gedung baru OJK akan dijadikan sebagai pusat informasi dan pengaduan masyarakat selaku konsumen terkait layanan jasa keuangan,†jelasnya.
Muliaman menegaskan peran bank harus terus didorong, begitupun dengan lembaga keuangan non bank dan juga pasar modal agar dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat.
“Dengan begitu, partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional dapat meningkat,†ujarnya. (OL-3)