Elpiji Bersubsidi Tetap Ada di Pasaran

Usman Kansong Dari Washington DC
27/6/2018 07:35
Elpiji Bersubsidi Tetap Ada di Pasaran
(ANTARA)

PERTAMINA akan meluncurkan elpiji tabung 3 kilogram nonsubsidi pada awal Juli. Meski demikian, tak ada pencabut-an subsidi elpiji 3 kilogram yang selama ini menjadi kebijakan pemerintah. Elpiji 3 kilogram tetap ada di pasaran.

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan peluncuran elpiji 3 kilogram nonsubsidi semata-mata karena Pertamina melihat ada potensi pasar. Pertamina, menurut Nicke, tetap memasarkan elpiji 3 kilogram bersubsidi.

"Elpiji 3 kilogram nonsubsidi semata-mata urusan bisnis. Kita tidak menghilangkan elpiji 3 kilogram yang bersubsidi dari pasaran," kata dia di sela-sela kunjungan ke Washington, AS, mendam-pingi Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Elpiji 3 kilogram nonsubsidi untuk tahap awal dipasarkan di Jakarta dan Surabaya. Harganya di kisaran Rp35 ribu sampai Rp39 ribu. Adapun harga elpiji 3 kg bersubsidi Rp13.500.

Dalam kesempatan sama, Menteri ESDM Ignasius Jonan menjamin peme-rintah tetap memberi subsidi pada elpiji 3 kilogram untuk masyarakat kurang mampu. Berdasarkan APBN 2018, subsidi untuk elpiji 3 kilogram mencapai lebih dari Rp46 triliun.

"Jadi, pemerintah tidak mencabut atau menghilangkan elpiji 3 kilogram yang disubsidi," tutur Jonan.

Jonan mengimbau masyarakat mampu untuk membeli elpiji 3 kilogram nonsubsidi karena elpiji 3 kilogram diperuntukkan masyarakat kurang mampu. "Saya mengimbau masyarakat mampu kelak membeli elpiji 3 kilogram nonsubsidi. Elpiji 3 kilogram subsidi buat masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin," ucap Jonan.

Jonan meminta Pertamina membedakan elpiji nonsubsidi dan elpiji bersubsidi. "Kalau tidak bisa ukurannya, minimal bedakan warna tabungnya, misalnya yang nonsubsidi warna tabungnya pink," katanya.

Pertamina sudah mengajukan ke Kementerian ESDM terkait dengan pemasaran elpiji 3 kilogram tanpa subsidi. "Kita sudah terima proposal Pertamina dan segera kita putuskan," kata Dirjen Migas Djoko Siswanto.  (E-1)


 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya