Pemerintah Targetkan Peningkatan Investasi Hijau Berkelanjutan
Iqbal Musyaffa
01/4/2015 00:00
(Kepala BKPM Franky Sibarani--(MI/Arya Manggala))
PEMERINTAH berencana untuk meningkatkan investasi hijau berkelanjutan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan ada 8 sektor investasi hijau yang akan ditawarkan pemerintah kepada para investor dalam dan luar negeri.
Kedelapan sektor tersebut adalah pertanian, kehutanan, perikanan, panas bumi, industri pengolahan, pengadaan listrik, pengolahan sampah dan daur ulang, serta pariwisata. “Dalam kurun waktu 2010-2014, sebanyak Rp 139,17 triliun PMDN dan USD 26,8 miliar PMA yang masuk di sektor green investment,†ujarnya.
Ia mengakui pencapaian investasi hijau selama ini masih rendah dari total sebanyak Rp 1600 triliun investasi yang masuk selama lima tahun terakhir. “Kita harapkan bisa naik 20%. Selain itu total investasi masuk yang kita targetkan selama lima tahun ke depan meningkat dua kali lipat menjadi Rp 3500 triliun,†urainya.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa BKPM menargetkan sebanyak Rp519,5 triliun investasi yang akan masuk pada tahun ini, atau 14% lebih banyak dari tahun lalu.
Ia menargetkan penanaman modal asing yang masuk dari jumlah tersebut sebanyak Rp343,7 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebanyak Rp175,8 triliun.
“Kita berharap dapat menjadi role model pembangunan berkelanjutan melalui investasi hijau dan ramah lingkungan,†ujarnya.
Untuk mendorong peningkatan investasi hijau berkelanjuitan, Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi internasional bertema 'Tropical Landscape Summit: A Global Investment Opportunity'.
“Acara tersebut akan berlangsung pada 27-28 April untuk menarik investasi menuju ekonomi hijau.â€
Acara tersebut akan dihadiri oleh 500 CEO perusahaan lokal dan internasional. BKPM akan bekerja sama dengan Kantor Staf Kepresidenan dan United Nations Office for REDD+ Coordination (UNORCID) dalam penyelenggaraan konferensi tersebut.
Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada upaya pelestarian lingkungan.
“Ada negara yang pertumbuhan ekonomi bagus, tapi lingkungan jadi masalah serius. Dari awal kita perhatikan agar tidak mengikuti kesalahan itu,†ujarnya.
Kemudahan-kemudahan juga diberikan pemerintah untuk investor. Dan Luhut mengatakan investasi yang masuk akan didorong pada pengembangan ekonomi hijau.
Ia memaparkan terdapat 72 juta ha tanah kosong di Indonesia yang tidak terpakai. “Ada banyak investasi yang bisa dilakukan daripada sekedar membuka hutan baru.â€
Lebih lanjut, ia mengatakan fokus pemerintah sekarang bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan pertumbuhan ekonomi. “Akan ada banyak manfaat apabila pertumbuhan dapat dilakukan secara merata.â€
Untuk mendorong pemerataan, pemerintah saat ini sedang memperbaiki peraturan yang selama ini tumpang tindih. “Dapat dilihat dalam 1-2 tahun ke depan bagaimana pertumbuhan ekonomi akan terjadi setelah dilakukan banyak perbaikan,†ungkapnya.
Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan industri yang ada dan akan masuk ke Indonesia akan didorong untuk dapat melakukan penghematan bahan baku, penggunaan sumber daya air yang efektif, dan juga efektif dalam penggunaan energi.
Dalam PP 52/2011 ia menjelaskan akan diberikan insentif pajak untuk penggunaan energi ramah lingkungan dalam industri. “Ada dua hal yang diimplementasikan. Pengembangan industri yang ada menuju indutri hijau dan bangun industri baru dengan prinsip industri hijau.â€
Selama 2010-2014 sudah terdapat 256 perusahaan yang mendapat penghargaan karena memenuhi prinsip industri hijau. (OL-3)