MANTAN Direktur Utama PT Telkom (persero) Tbk Arwin Rasyid menerbitkan buku Telkom 3010: Inside Story TELKOM Value Creation di Senayan National Gold Club, Jakarta kemarin. "Buku ini saya tulis, saya rasa saya merasa bersyukur karena cerita Telkom luar biasa, mengenai besarnya Telkom," katanya di Jakarta.
Ia mengatakan tahun 2005 nilai pasar modal kita sebesar 80 miliar, sementara PT Telkom sudah senilai Rp10 milar. Artinya Telkom sudah berkontribusi 12% terhadap pasar modal indonesia. "Jadi Telkom merupakan raksasa maupun icon pasar modal," ungkapnya.
Oleh karena Telkom sebagai icon pasar modal, Arwin bersama manajemen Telkom memikirkan Value Creation, yakni 3010, artinya bagaimana nilai telkom bisa meningkat dari US$10 menjadi US$30 miliar di 2010.
Menurutnya, value creation merupakan agenda atau amanah yang kami terima dari pemerintah, yakni meningkatkan kapitalisasi pasar Telkom dari US$10 miliar di 2005 menjadi US$30 miliar pada tahun 2010.
Agenda tersebut kemudian dirangkum dan diterjemahkan ke dalam slogan 'TelkomGoal 3010' atau 'Telkom 3010'. Arti dari angka '3010' adalah "30 miliar dolar AS di tahun 2010".
"Telkom 2010" telah merangkum hampir semua aspek kepentingan perusahaan. Baik kepentingan pemegang saham, karyawan, dan pelanggan.
Slogan "Telkom 3010" mencerminkan 'Golden Triangle' antara pemegang saham, karyawan, dan pelanggan Telkom.
Pemegang saham mendapat manfaat langsung dari peningkatan harga saham. Market cap meningkat berarti harga saham meningkat, berarti investasi di Telkom sesuai harapan. Kesejahateraan karyawan pun meningkat jika saat value perusahaan meningkat. Terlebih jika program EMSOP dilaksanakan, maka setiap kenaikan harga saham berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan. Begitu pula kepuasan pelanggan akan tercapai, karena karyawan yang kesejahteraan meningkat dan memiliki "sense of ownership" yang tinggi akan bekerja keras melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kinerja Arwin saat menjabat Direktur Utama Telkom. Ia mengatakan sumber daya manusia (sdm) harus mawas diri pada sektor telekomunikasi karena harus mengadopsi perubahan zaman yang begitu dinamis.
Dia juga menyambut baik penerbitan buku Arwin Rasyid bertajuk Telkom 3010 : Inside Story TELKOM Value Creation. "Guru yang terbaik adalah pengalaman, kalau ingin pengalaman lebih panjang maka tulislah buku," tambahnya.
Selain Jusuf Kalla, peluncuran buku Telkom 3010: Inside Story TELKOM Value Creation juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Ketua DPD Irman Gusman. (OL-3)