Pelemahan Rupiah karena Penyesuaian

Tes/E-1
22/6/2018 00:00
Pelemahan Rupiah karena Penyesuaian
(ANTARA)

SEPERTI telah diperkirakan, nilai tukar rupiah langsung merosot dalam perdagangan hari pertama pascalibur panjang Idul Fitri.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, kemarin, melemah 170 poin menjadi 14.102 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan sebelum libur panjang, 13.932.

Pelemahan yang terbilang cukup besar itu terjadi karena rupiah menyesuaikan dengan kondisi ekonomi global, yakni Bank Sentral AS baru saja menaikkan suku bunga acuan dan kian memanasnya ketegangan perdagangan AS dan Tiongkok.

Bank Indonesia (BI) menyatakan sudah melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Intervensi Bank Sentral menyasar pasar valuta asing (valas) dan surat berharga negara (SBN).

"Sudah dan sedang intervensi di pasar valas dan pasar SBN," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah kepada Media Indonesia.

Dia menekankan BI konsisten menjalankan langkah kebijakan pre-emptive, front-loading, dan ahead the curve terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS yang lebih tinggi dan meningkatnya risiko di pasar keuangan global. Pihaknya memperkirakan pergerakan rupiah akan lebih stabil jika dibandingkan dengan mata uang negara lain.

Berdasarkan pemantauan BI, pelemahan rupiah terhadap dolar AS per 21 Juni 2018 tercatat 3,7% year to date (ytd). Kondisi tersebut dikatakannya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan mata uang sejumlah negara emerging market. Misalnya peso Meksiko yang terdepresiasi 4,24% (ytd), rupee India dengan pelemahan sebesar 6,39% (ytd), dan depresiasi lira Turki yang mencapai 20,19% (ytd).

"Per hari ini depresiasi nilai tukar sebesar 3,7% (ytd). Memang di bawah Korea Selatan. Namun, jauh lebih baik daripada mata uang negara emerging market," pungkasnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menganggap pelemahan rupiah yang relatif besar tidak berlanjut sebesar kemarin. "Itu agak lebih (besar pelemahannya) ditambah karena kita liburnya banyak. Dia hantam saja hari pertama kerja. Jadi, jangan dianggap (pelemahan rupiah) itu akhir cerita. Lusa juga berubah lagi," tukasnya





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya