Industri Manufaktur Siap Melaju seusai Libur Panjang

(Try/E-1)
20/6/2018 02:45
Industri Manufaktur Siap Melaju seusai Libur Panjang
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

INDUSTRI manufaktur diya­kini akan meningkatkan kembali produktivitas mereka setelah masa libur panjang Lebaran tahun ini.

Lonjakan kinerja tersebut bakal mengerek pertumbuhan positif pada kuartal III/2018.

“Kemarin kan sempat transportasi barang dibatasi, ditambah pula dengan adanya liburan yang cukup lama dari biasanya. Tetapi ini bisa dikejar pada kuartal III nanti,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui rilis yang diterima, kemarin.

Menperin meyakini adanya momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) pada tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia berdampak positif terhadap produksi sejumlah industri manufaktur.

Airlangga pun menyebutkan beberapa sektor manufaktur yang berpeluang tumbuh gemilang karena mendulang permintaan domestik yang tinggi selama Ramadan dan pilkada tersebut antara lain industri makanan dan mi­numan, industri tekstil dan produk tekstil, serta industri alas kaki.

Berdasarkan data BPS, pada kuartal I 2018, industri manufaktur nasional skala besar dan sedang di dalam negeri mengalami peningkatan produksi sebesar 0,88%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal IV 2017 (quarter to quarter/Q-to-Q) dan tumbuh 5,01% dari kuartal I 2017 (year on year/yoy).

Selanjutnya, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,03% di kuartal I 2018, meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017 sekitar 4,80%. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi ialah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98%.

Kinerja cemerlang juga diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70%, diikuti industri logam dasar 9,94%, dan industri tekstil dan pakaian jadi 7,53%.

Berdasarkan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia yang dirilis Nikkei dan Markit, pergerakan industri manufaktur nasional kian ekspansif lantaran didorong permintaan baru yang mengalami pertumbuhan paling cepat sejak Juli 2014.

Di samping itu, produksi manufaktur dalam negeri terus menunjukkan kenaikan selama empat bulan terakhir dan menjadi periode perluasan usaha yang terpanjang sejak lima tahun silam.

Capaian itu terlihat dari PMI Indonesia pada Mei 2018 yang menyentuh level tertinggi dalam 23 bulan, yakni 51,7. (Try/E-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya