Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Angkasa Pura II (persero) berencana menambah tiga rangkaian kereta (trainset) skytrain atau kereta layang pada September 2018 untuk memudahkan mobilisasi penumpang antarterminal di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin, menyatakan, saat ini Bandara Soetta sudah memiliki tiga trainset yang beroperasi dengan kapasitas angkut hingga 176 penumpang tiap perjalanan.
Dengan rencana penambahan itu, nantinya akan ada enam trainset yang dapat mengangkut hingga 352 orang tiap perjalanan.
“Dilihat dari kenaikan pergerakan penumpang dari tahun ke tahun serta kurang lebih sebanyak 80% mayoritas pengguna skytrain ialah penumpang, kami akan melakukan pengembangan agar mereka tidak perlu menunggu lama untuk mobilisasi antarterminal,” kata Awaluddin dikutip dari Antara.
Saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki tiga trainset yang beroperasi dual track (track A dan B) dengan lintasan sepanjang 3.07 km.
Kecepatan maksimalnya ialah 30 km/jam dengan waktu antara headway 13 menit dan dwell time satu menit.
Namun, pengoperasian skytrain saat ini masih bersifat manual, yaitu masih melibatkan awak pengemudi di dalamnya.
Dalam pengembangan skytrain, AP II berencana melakukan pengotomatisan pengoperasian trainset tanpa awak.
Kecepatannya pun akan ditambah dari headway yang semula 13 menit terpangkas menjadi 6 menit sehingga frekuensi kereta juga akan lebih banyak dari yang tersedia saat ini.
Kondisi rute yang ada sekarang atau eksisting skytrain di Bandara Soekarno-Hatta ialah Terminal 1-Stasiun Kereta Bandara-Terminal 2-Terminal 3 (pp).
Rute ini rencananya akan diperpanjang menuju ke rencana pembangunan Terminal 4 di area Soewarna golf dan ke area komersial sky city yang saat ini pun masih dalam rencana pembangunan.
Selain mengembangkan skytrain, Angkasa Pura II juga akan membangun dan menyediakan fasilitas pendukung dari kereta layang ini, seperti sky bridge, lintasan, shelter, serta sistem dan persinyalan, yang merupakan hal fundamental dalam pengoperasian skytrain tersebut. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved