Jaga Kepercayaan Dunia Penerbangan

Tesa Surbakti
18/6/2018 05:00
Jaga Kepercayaan Dunia Penerbangan
(ANTARA/Muhammad Iqbal)

PENCABUTAN larangan terbang bagi seluruh maskapai Indonesia oleh Uni Eropa menjadi tugas baru agar pemerintah menjaga kepercayaan yang ada.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pencabutan larangan terbang itu bukan hasil akhir.

“Tetapi malah awal yang harus kita jaga bersama, baik di level regulasi maupun operatornya,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di kediamannya, Jalan Widya Chandra III, Jakarta, pekan lalu.

Adanya keputusan Uni Eropa itu, kata dia, membuktikan penerbangan Indonesia dipercaya dunia internasional baik dari sisi layanan maupun aspek keselamatan.

“Ini dasarnya adalah kepercayaan dan tugas kita ke depan adalah menjaga kebersamaan itu dengan kerja yang lebih baik lagi,” jelas Budi.

Dengan keputusan ini, kata Budi, total 55 maskapai Indonesia sudah diperbolehkan terbang ke Eropa dan sebaliknya warga Eropa tidak lagi dilarang menaiki maskapai Indonesia ketika bepergian.  “Dengan keputusan kemarin, total 55 yang tersisa juga sudah dicabut,” lanjut Budi.

Budi juga mengapresiasi kolaborasi yang selama ini sudah dibangun, baik pada level diplomasi Kementerian Luar Negeri, kerja keras di level regulasi oleh Kementerian Perhubungan, maupun pada tingkat operator oleh maskapai penerbangan dan otoritas bandara. “Semua selama ini berjalan bersama dan membuahkan hasil yang sangat menggembirakan,” pungkasnya.

Namun, di tengah berita positif terhadap dunia penerbangan Indonesia, muncul persoalan yang berpotensi mencederai kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Pertama, laporan balon udara yang terbang hingga batas perlintasan pesawat. Kedua, ancaman mogok pilot Garuda indonesia.

Dirut Air Nav Indonesia Novie Riyanto mengatakan penerbangan balon udara yang tidak sesuai dengan aturan itu  bisa membuat citra Indonesia rusak di mata internasional. Sebabnya, laporan tidak hanya datang dari pilot domestik, tapi juga internasional. Padahal Uni Eropa baru saja mencabut larangan terbang bagi maskapai Indonesia. “Pada saat pilot internasional komplain, suaranya akan sampai seluruh dunia,” ujarnya.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan khawatir ancaman pilot Garuda dapat menurunkan citra dunia penerbangan Tanah Air. “Kita dapat pengumuman semua airline bisa terbang ke Eropa. Itu kan suatu prestasi yang baik sekali. Bahwa sekarang safety kita diakui bagus. Jangan sampai (persoalan Garuda Indonesia) mencederai itu,” tegas Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan, pihaknya masih menanti hasil temuan Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk khusus menangani kisruh di Garuda.

Fungsi utama Satgas mengidentifikasi faktor yang menjadi penyebab perselisihan antara Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan korporasi. Hasil evaluasi kemudian akan disampaikan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ditindaklanjuti. Dalam hal ini, Luhut belum bisa memberikan sinyal arah dari hasil evaluasi Satgas.

“Kami baru mengoleksi informasi, nanti kami olah. Saya pikir setelah Lebaran tim akan merumuskan dan memberi masukan kepada Garuda. Nanti Garuda atau Bu Rini (Menteri BUMN) yang akan memutuskan apa yang terbaik,” pungkasnya. (Hrw/Nyu/Try/E-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya