Penyampaian SOP Manajemen Keterlambatan Lion Air Alami Delay

WIBOWO
17/3/2015 00:00
Penyampaian SOP Manajemen Keterlambatan Lion Air Alami Delay
(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
KENDATI sudah lewat sepekan dari waktu yang diinsruksikan regulator, maskapai Lion Air belum juga menuntaskan standar operasional prosedur (SOP) manajemen keterlambatan (delay).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan jika Lion Air tidak menyerahkan SOP itu segera, pihaknya tidak akan mengeluarkan rute baru untuk  maskapai tersebut. "Semakin lambat revisi laporan diserahkan, ya semakin tidak ada rute baru," ucapnya dalam pressbackground di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (17/3).

Suprasetyo menjelaskan sebelumnya maskapai dengan penerbangan berbiaya murah (LCC) itu sudah menyerahkan laporan, tetapi masih belum lengkap terkait SOP manajemen keterlambatan tersebut.

Seharusnya, lanjut Suprasetyo,dalam laporan tersebut tercantum siapa yang bertanggung jawab atas setiap kejadian, seperti penyebab keterlambatan,siapa yang mengumumkan keterlambatan, siapa yang menangani penumpang dan lain sebagainya.Pekan lalu, Direktur Angkutan Udara Kemenhub Mohammad Alwi mengemukakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada Lion Air untuk menyerahkan revisi laporan dalam sepekan.

Maskapai milik anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana itu telah menyerahkan laporan pada Senin (2/3) lalu, tetapi masih terdapat aspek yang harus direvisi. Antara lain, ujarnya, sisi teknis, operasi, penjadwalan, kesiapan pesawat dan persiapan perencanaan untuk pengoperasioan penerbangan, SDM, termasuk juga prosedur yang terkait untuk penanganan keterlambatan.

"Supaya tidak terulang kembali di dalam suatu pengoperasian pesawat, sehingga terjadi delay," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga tengah melakukan inspeksi besar terhadap perawatan (maintenance) enam pesawat yang mengalami keterlambatan,di antaranya yang terkena serangan burung (bird strike), masuknya benda asing atau "foreign object damage" dan lainnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya