PT Bank BRI Syariah bersama dengan Badan Amil Zaka Nasional (Baznas) melakukan penataan 18 pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar Kantor Pusat BRI Syariah dan Kantor Pusat Baznas.Presiden Direktur PT Bank BRI Syariah, M Hadi Santoso mengatakan program iti akan dikembangkan di seluruh wilayah Jabodetabek. Kini BRI Syariah bersama Baznas tengah melakukan pelatihan pada para calon pendamping pedagang kaki lima. Nantinya tiap satu orang pendamping akan membimbing para pedagang kaki lima di empat kecamatan.
“Kami ingin memberdayakan UMKM dengan zakat produktif, yaitu bantuan zakat yang diberikan kepada pedagang bukan hanya sebatas barang konsumsi namun juga pendampingan agar mereka bisa mandiri menghasilkan uang sendiri,†ungkap Hadi. Ketua Umum Baznas Didin Hafidhuddin menambahkan program tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Sejuta Berdaya yang bertujuan meningkatkan kualitas ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemberian pelatihan dan modal usaha dengan sistem pendampingan dan pembinaan.
“Tujuannya ialah untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan mustahik, sebab mereka memiliki potensi untuk berkembang yang akan menjadi produktif bila kita beri pendampinganâ€, ungkap Didin.Para pedagang mendapatkan bimbingan, pelatihan, dan pendampingan dari Baznas. Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi fiqih muamalah, motivasi sukses, kebersihan dan higienitas serta peningkatan kualitas dan kehalalan dagangan.
Setiap pedagang juga difasilitas tempat jualan lengkap dengan fasilitas sanitasi dan uang sebesar Rp4 juta untuk modal bahan baku dagang. Total nilai investasi BRI Syariah dan Baznas untuk program itu mencapai Rp200 juta.Sebagai puncak acara, BRI Syariah dan Baznas menggelar event bertema Infaq/Shadaqah Minimal Rp1.000 Bebas Pilih Menu Kulinernya yang digelar pada Jum’at 13 Maret 2015 di belakang Kantor Pusat BRI Syariah Abdul Muis, Jakarta Pusat. Pengunjung bebas menikmati menu kuliner apapun hanya dengan berinfak minimal Rp 1.000 menggunakan kartu ATM BRI Syariah. Seluruh dana yang masuk akan disalurkan ke Baznas. Acara puncak tersebut ditujukan untuk mempromosikan produk kuliner para peserta program Gerakan Sejuta Berdaya.
Musa Hadeur, 40, pedagang es kelapa yang menjadi peserta program mengaku kini pengunjungnya bertambah dua kali lipat. Musa mengapresiasi penataan ruang dagang yang dilakukan BRI Syariah dan Baznas di sekitar jalan Abdul Muis. Ia harap perlakuan yang sama bisa didapatkan para pedagang kaki lima lain yang masih berdagang di pinggir jalan. Peserta program lainnya, Cicih, pedagang soto campur mengaku kini ia lebih perduli menjaga kebersihan barang dagangannya. Fasilitas sanitasi air bersih di warung barunya memudahkan ia mencuci piring kotor dengan lebih higienis. Ia menjamin kini pelangganya bisa menikmati soto lezat yang sehat.
Data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI menunjukan pada 2011 jumlah PKL di Jakarta Pusat 19.065 PKL, 15.732 di antaranya merupakan PKL liar, Jakarta Utara 13.527 PKL (10.384 PKL liar), Jakarta Barat 17.212 PKL (15.172 PKL liar), Jakarta Selatan 24.620 PKL (22.622 PKL liar), dan Jakarta Timur 18.327 PKL (14.408 PKL liar). Dari jumlah tersebut, berdasarkan kategori lahan, lokasi yang paling banyak ditempati PKL adalah badan jalan dan trotoar dengan jumlah PKL masing-masing sebanyak28.797 unit dan 26.530 unit. Kemudian diikuti oleh halaman pasar 10.216 unit dan perkantoran 4.542 unit. (E-1)