Industri Keramik Nasional Ditarget Tumbuh 20%

MI/Dro/E-2
20/3/2015 00:00
Industri Keramik Nasional Ditarget Tumbuh 20%
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
KEMENTERIAN Perindustrian mengestimasi kenaikan 20% pada industri keramik nasional tahun ini menjadi Rp36 triliun. Tahun lalu, industri itu meraup Rp30 triliun. Menteri Perindustrian Saleh Husein, saat memberikan sambutan dalam pameran Keramika 2015 di Jakarta Convention Center, kemarin, mengatakan estimasi itu dilandasi besarnya potensi industri keramik Indonesia yang masih tersimpan. Besarnya potensi tampak dari konsumsi keramik per kapita Indonesia yang baru 1 m2, sedangkan konsumsi di negara-negara ASEAN lain rata-rata di atas 2 m2. Masifnya populasi penduduk Indonesia dan juga prospek pertumbuhan sektor properti dan konstruksi, kata Saleh, tentu merupakan peluang bagi industri keramik.

Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Elisa Sinaga meminta dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri, terutama terkait listrik dan gas sebagai sumber energi. "Industri keramik berharap harga energi yang wajar sehingga mampu berkompetisi dari serbuan barang impor, dan juga tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan ekspor," ungkap Elisa. Dalam pameran itu, produsen keramik merek Indogress, PT Asri Pancawarna, menyebutkan akan menambah kapasitas produksi pabrik sebesar 350 ribu m2 per bulan. Realisasinya, ujar Vice President PT Asri Pancawarna Hendrata Atmoko, direncanakan mulai semester II tahun ini.

Dengan realisasi itu nanti, kapasitas produksi PT Asri Pancawarna yang berlokasi di Cikampek menjadi 800 ribu-850 ribu m2 per bulan. Penambahan kapasitas tersebut sekaligus menegaskan posisi PT Asri Pancawarna sebagai produsen lokal terbesar untuk homogenous tile di Indonesia dari tiga pabrikan lokal lainnya di segmen homogenous tile. "Tahun ini, kami pun sedikit mengubah strategi penjualan yang akan sangat intensif dan progresif untuk masuk ke proyek dengan bermitra dengan Ikatan Arsitek Indonesia, himpunan desainer interior Indonesia, serta dengan ikatan kontraktor dan juga semua pihak terkait khususnya untuk bangunan high rise building," ujar Hendrata. Dalam kesempatan tersebut, Indogress merilis produk koleksi Etnika Series berupa produk berdesain batik yang terinspirasi dari kain batik asli asal Yogyakarta. Produk hasil kolaborasi dengan Batik Nyoya Indo itu akan mulai diproduksi Juli nanti dengan menyasar pasar konsumen kelas menengah ke atas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya