YLKI Apresiasi Pemerintah dalam Melayani Mudik

Cahya Mulyana
12/6/2018 18:45
YLKI Apresiasi Pemerintah dalam Melayani Mudik
(ANTARA)

KETUA Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, mengapresiasi kinerja Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang membuat arus mudik Lebaran lancar. Namun, pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan yaitu menekan penggunaan kendaraan pribadi.

"Kita patut berikan apresiasi pada pemerintah atas lancarnya mudik Lebaran, setidaknya sampai H-3. Tak ada bencana kemacetan di jalan tol. Sekali pun di banyak ruas masih berupa tol fungsional sepanjang 293 kilometer," terangya dalam keterangan resmi, Selasa (12/6).

Menurut dia, keberadaan TransJawa memberi pengaruh terhadap kelancaran mudik tahun ini meski bukan satu-satunya, bahkan bukan faktor dominan. Malah, jika ditelaah keberadaan tol TransJawa, menurut prediksi Kakorlantas Mabes Polri Mayjen Pol Royke Lumuwa, akan memicu kebangkitan lalu lintas dan artinya kemacetan tidak bisa dihindari. Bahkan, tingkat kemacetannya bisa lebih parah daripada arus mudik Lebaran sebelumnya, 2017.

"Lalu kenapa arus mudik Lebaran 2018 terlihat lancar jaya?  Ya, faktor dominannya adalah pemerintah memperpanjang libur Lebaran. Sejak awal perpanjangan libur Lebaran memang didedikasikan untuk memperlancar arus lalu lintas. Alias sebagai instrumen rekayasa lalu lintas, traffic engeenering. Dengan perpanjangan libur Lebaran, pemudik menjadi leluasa untuk mengatur perjalanan mudiknya. Dan efeknya memecah dominasi arus mudik pada tanggal tertentu," paparnya.

Dengan kata lain, lanjut dia, jika libur Lebaran tidak diperpanjang, sebagaimana prediksi Kakorlantas Mabes Polri, maka sangat bisa jadi tol TransJawa justru menjadi neraka kemacetan bagi arus mudik Lebaran.

Prediksi Kakorlantas adalah rasional, kata Tulus, mengingat dominannya jumlah kendaraan pribadi roda empat sebagai sarana mudik Lebaran. Lihat data Kemenhub, mudik Lebaran 2017 jumlah pemudik dengan mobil sebanyak 3.190.000 unit.

"Dan pada 2018 meningkat menjadi 3.720.000 unit mobil. Dengan peningkatan signifikan penggunaan mobil sebagai sarana mudik, praktis ruas tol tak akan mampu menampung lonjakan ranmor pribadi, terutama di loket-loket pembayaran. Jadi juru selamat atas lancarnya arus mudik Lebaran 2018, adalah hasil rekayasa lalu lintas, dengan memperpanjang libur Lebaran. Bukan karena (semata) eksistensi ruas tol TransJawa," ungkapnya.

Paralel dengan itu, menurut dia, keberhasilan mudik Lebaran seharusnya bukan tingginya penggunaan kendaraan pribadi, tapi seharusnya pengguna jumlah kendaraan umum. Justru mudik Lebaran 2018 sangat miris, jika dilihat fenomena pengguna sepeda motor, yang meningkat signifikan.

"Pada 2017, pemudik motor sebanyak 6.390.000, dan pada 2018 meningkat menjadi 8.330.000 unit. Risikonya makin tinggi, dan potensi korban fatal laka lantas akan meningkat. Ingat, 76% laka lantas selama mudik Lebaran selalu melibatkan pengguna sepeda motor," tutupnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya