Mendag: Gejolak Harga Pangan Dilewati dengan Mulus

Andhika Prasetyo
12/6/2018 12:12
Mendag: Gejolak Harga Pangan Dilewati dengan Mulus
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola (kedua dari kanan) berdialog dengan pedagang telur di Pasar Manonda Palu, Sulawesi Tengah(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

PEMERINTAH akhirnya melewati masa kritis gejolak harga pangan dengan aman. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, dari pengalaman sebelumnya, masa kritis melambungnya harga komoditas pangan kerap terjadi pada tujuh hari menjelang Lebaran.

Pasalnya, pada saat itu, masyarakat mulai belanja banyak untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri. Di sisi lain, sebagian pedagang sudah mulai kembali ke kampung halaman.

Namun, pada tahun ini, sama seperti tahun lalu, pemerintah dapat melalui masa itu dengan baik

"Kekhawatiran kami itu harga akan naik pada H-7. Tetapi sudah dilewati dan harga tetap stabil. Kami yakin dua hari ke depan akan aman karena sebagian besar masyarakat sudah mulai belanja sejak kemarin jadi tidak ada lagi kekhawatiran," ujar Enggartiasto saat ditemui Media Indonesia, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/6).

Ia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta divisi regional Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) setempat untuk terus mengguyur pasar dengan stok bahan pangan yang dimiliki.

Berdasarkan tinjauan di beberapa pasar di Sulawesi, harga bahan pokok mulai dari beras hingga daging sapi masih terpantai stabil.

Harga daging sapi segar berada di kisaran Rp105.000-Rp120.000 per kilogram (kg). Begitu pun daging ayang yang dijual dengan harga berkisar Rp30.000-Rp33.000 per kg.

Untuk komoditas beras, beberapa pasar di Kendari masih menjual bahan pangan pokok utama itu sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp9.450 per kg.

Pemerintah pun sudah bergerak dengan menerjunkan stok dari Bulog dengan harga yang lebih murah yakni Rp8.950 per kg.

"Beras kami siapkan dari bulog. Saya minta Bulog kebih rata lagi menjual beras medium. Kualitasnya pun bagus jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya.

Dengan menyisakan dua hari Ramadan, ia meyakini harga akan dapat terus dijaga bahkan hingga hari-hari setelah Ramadan. Pantauan, lanjutnya, akan terus dilakukan bersinergi dengan pihak-pihak terkait.

"Tiggal dua hari lagi. Kami sudah siap. Bisa dirasakan tahun ini dan tahun lalu sangat berbeda dengan tiga, empat atau lima tahun sebelumnya. Presiden ingin harga stabil saat Ramadan dan itu dapat dilakukan," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya