THR Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

(Tes/E-2)
12/6/2018 02:45
THR Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
(ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

MOMENTUM Hari Raya Idul Fitri diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) hingga 5,2% pada triwulan II 2018. Apalagi pemerintah telah mendistribusikan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI-Polri, dan pensiunan.

“Dampak (Lebaran) ke ekonominya memang cukup mengangkat pertumbuhan konsumsi RT di triwulan II. Ditambah apabila seluruh jumlah THR juga dibelanjakan,” ujar pengamat ekonomi Indef, Bhima Yudhistira, saat dihubungi,  Senin (11/6).

Menurut perhitungan Bhima, jumlah PNS ditambah pensiunan lebih dari 4,3 juta orang. Ketika setiap orang penerima THR langsung membelanjakan tunjangan tersebut, konsumsi RT yang diprediksi tumbuh 5,2% kemudian akan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,15%.

Seperti diwartakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 sebesar 5,06%. Adapun konsumsi RT sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi tercatat cuma tumbuh 4,95% pada triwulan I 2018.

“Dorongan pada konsumsi RT cukup penting karena 56% ekonomi Indonesia disusun konsumsi masyarakat. Dengan libur Lebaran yang cukup panjang, peredaran uang di daerah juga akan naik. Prediksinya Juni 2018 peredaran uang naik hingga 12% (year on year/yoy) atau lebih tinggi dari tahun lalu sekitar 11%,” imbuh Bhima.

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menganggarkan Rp35 triliun untuk membayar gaji ke-13 dan THR PNS beserta pensiunan.

Bhima berharap belanja THR yang diterima masyarakat cenderung menyasar pada sektor ritel, pariwisata, hotel, ataupun restoran di daerah. Dengan begitu, serapan belanja THR akan mendongkrak pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

Kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan sebagian besar penerima THR mengalokasikan untuk kebutuhan anak sekolah mengingat tahun ajaran baru sudah dekat. Di satu sisi, ketidakpastian kondisi ekonomi global berikut adanya ekspektasi kenaikan harga energi, khususnya BBM nonsusidi, juga berpotensi menahan belanja masyarakat. “Konsekuensinya aliran uang THR sebagian bisa mengendap di perbankan. Prediksinya ada pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) atau simpanan bank di triwulan II 2018,” (Tes/E-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya