BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2015 terjadi deflasi 0,36% kendati harga beras di banyak daerah naik. Dengan demikian telah terjadi deflasi selama dua bulan-bulan berturut-turut di awal tahun ini. Pada Januari, deflasi tercatat sebesar 0,24%.
Seperti halnya di Januari, faktor pendorong deflasi adalah turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Angka deflasi Februari tersebut bahkan lebih rendah ketimbang perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 0,2%.
Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo mengatakan deflasi tidak biasa terjadi di Januari dan Februari. Pengendalian harga oleh pemerintah berperan besar. ''Tahun ini cukup didominasi pengendalian pemerintah,'' ujarnya dalam juma pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3). (E-1)