Koperasi Pasar Bakal Dijadikan Penyalur Beras

Muhammad Fauzi
22/2/2015 00:00
Koperasi Pasar Bakal Dijadikan Penyalur Beras
()
Untuk memotong mata rantai praktik mafia beras di Indonesia, Koperasi Pasar (Koppas)  akan dijadikan  penyalur beras. Optimalisasi Koppas diyakini akan menekan praktek mafia perberasan nasional.

Keinginan itu dikemukanan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Minggu (22/2/2015). Menurut Puspayoga, urusan beras tidak berbeda seperti pupuk, koperasi harus diberi kesempatan untuk menjadi penyalur beras.

''Kalau koperasi pasar diberikan peran, mereka kan beranggotakan para pedagang pasar itu sendiri dan tidak akan terjadi itu yang namanya mafia beras,'' yakin Puspayoga, usai blusukan bersama Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, ke sejumlah pasar di Jakarta, Minggu (22/2/2015).

Kaoppas menurut dia bisa mendistribusikan beras secara langsung dari Bulog atau petani ke pembeli atau tengkulak di pasar sehingga para spekulan beras tidak mendapatkan celah untuk mempermainkan harga.

''Saat ini kami akan bicarakan teknis pelaksanaannya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada pasar yang sudah siap menyalurkan beras subsidi ini dari Bulog,'' katanya.

Puspayoga menargetkan akan ada sebanyak mungkin koppas di Indonesia yang menjadi penyalur beras.
Untuk tahap awal, ia ingin menjadikan koppas-koppas yang ada di wilayah DKI Jakarta sebagai pro5)ek percontohan.
Pada kesempatan itu, Menteri meninjau Koppas Mampang dan menanyakan kesiapan koperasi itu untuk mendistribusikan beras.

Ketua Koppas Mampang Ngadiran mengatakan pihaknya siap untuk menyalurkan beras subsidi tersebut.
''Kami siap menjadi penyalur beras bersubsidi,'' katanya. Pihaknya mencatat di Jakarta ada 122 Koppas dan hanya ada 73 di antaranya yang dinyatakan sehat.

Menteri Puspayoga berharap para anggota Koppas dan pedagang di pasar tersebut bisa mengawasi penyaluran distribusi beras yang akan disalurkan oleh Koppas.(RO/T-3)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya