Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini. RUPST ini menjadi yang pertama bagi perusahaan semenjak resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia 15 Februari 2018 yang lalu.
Kegiatan ini juga dilaksanakan di tengah kinerja positif perusahaan selama periode tiga bulan pertama 2018 ini.
Selama kuartal pertama 2018, BOSS meraih penjualan bersih Rp61,14 miliar, naik 257% jika dibandingkan dengan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp17,10 miliar.
Sementara beban pokok penjualan juga melonjak menjadi Rp38,44 miliar jika dibandingkan dengan Rp16,69 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan pengaruh peningkatan produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.
BOSS meraih laba kotor sebesar Rp22,71 miliar atau melambung sebesar 5,540 % jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp409,94 juta. Perseroan juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,32 miliar pada kuartal pertama 2018, usai sebelumnya mencatat rugi bersih Rp4,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Masih pada kuartal I-2018, salah satu anak perusahaan BOSS yang telah beroperasi, PT Bangun Olahsarana Sukses (PT BOS), telah menandatangani kontrak penjualan dengan Glencore International sebesar 250.000 tons (plus 20% opsi) dan ITMG sebesar 150.000 tons dengan opsi penambahan sebesar 50.000 tons.
Atas pencapaian tersebut, Direktur PT BOSS Widodo Nurly Sumady menyatakan rasa syukurnya karena perusahaan mampu mencatatkan kinerja yang positif selama kuartal pertama tahun 2018.
"Kami sangat optimistis menjalani tahun ini. Kami berharap kinerja yang dicatatkan perusahaan akan terus meningkat didukung dengan kualitas produk yang prima dan ditambah dengan adanya permintaan yang tinggi dari pasar internasional. Kami tentunya juga mengharapkan stabilitas harga komoditas yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi Perusahaan," katanya.
Seperti diberitakan, jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal tersebut menjadi keunggulan perusahaan untuk bisa memasuki pasar Jepang yang memiliki standar tinggi dalam mengimpor batu bara. Sedangkan dengan adanya peningkatan produksi tahun ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan hingga dua kali lipat.
Komisaris Utama BOSS, Freddy Setiawan, mengatakan, tahun ini pihaknya fokus pada penggabungan dengan PT Pratama Bersama untuk mengelola lahan konsesi di Kalimantan Timur. Melalui penggabungan tersebut, ia menargetkan bisa meningkatkan kapasitas produksi sampai 600 ribu ton.
"Laba bersih yang kita dapatkan juga akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dan membantu pencapaian itu. Mulai Agustus nanti, tambahan alat berat akan masuk untuk ikut menambah kapasitas produksi," tandasnya. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved