Indonesia harus Keluar dari Middle Income Trap

(Nyu/E-2)
07/6/2018 04:00
Indonesia harus Keluar dari Middle Income Trap
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo berpendapat Indonesia bisa menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2040. Akan tetapi, untuk mencapainya dibutuhkan kerja keras dari seluruh pihak. "Ini mission impossible, tapi kita harus bekerja sangat keras setidaknya 2040 kita bisa masuk ke high income. Setidaknya ketika 2030 bonus demografi turun, kita masih punya pendapatan," ujar Perry di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurut Perry, biasanya negara berpendapatan menengah atas seperti Indonesia saat ini terjebak masuk middle income trap (MIT). MIT ialah kondisi atau situasi yang dihadapi suatu negara yang tidak mampu meningkatkan perekonomian mereka menuju high income countries.

Negara-negara itu berada pada status negara berpendapatan menengah ke atas. Hal itu terjadi karena banyak sebab, di antaranya ketidakmampuan bersaing akibat kurangnya inovasi, modal manusia, dan kegiatan-kegiatan yang bernilai tambah lebih tinggi.

Untuk keluar dari kondisi itu, lanjut Perry, pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal harus 6%. Untuk mencapai pertumbuhan itu, kata Perry, ada sejumlah peluang yang bisa dimanfaatkan, yakni bonus demografi yang akan dialami hingga 2030 serta pertumbuhan ekonomi digital.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri berpendapat, jika pertumbuhan ekonomi hanya stagnan 5%, Indonesia baru menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2060.

"Kalau sekarang pendapatan kita US$3.000 per kapita, pada 2032 baru US$8.000. Kalau terus seperti ini (pertumbuhan ekonomi stagnan di 5%), kita baru masuk high income pada 2060 dan saat itu kita sudah aging population dengan pendapatan US$25 ribu. Bandingkan dengan Jepang yang US$40 ribu saat aging population."

Menurutnya, akan sangat berbahaya bagi Indonesia jika memasuki negara berpenghasilan tinggi pada saat populasi mulai menua."Risiko kita tua sebelum kaya, Anda sakit nggak punya uang, tidak bisa sekolahkan anak cucu," ucapnya menganalogi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya