Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah situasi global yang tidak menentu, prospek perekonomian Indo-nesia diyakini terus positif hingga akhir tahun. Penilaian itu disampaikan Bank Dunia dalam laporan triwulan mengenai kondisi perekonomian Indonesia, Rabu (6/5).
Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,2% tahun ini karena permintaan domestik yang lebih tinggi. Angka itu sedikit lebih rendah daripada yang diproyeksikan sebelumnya sebesar 5,3%.
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rodrigo A Chaves, mengatakan koreksi itu dilakukan karena gejolak global yang terjadi akhir-akhir ini.
"Gejolak ekonomi global mengakibatkan depresiasi rupiah. Namun, kondisi makro-ekonomi Indonesia cukup kuat ketimbang negara-negara lain," ujar Chaves dalam paparannya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin.
Fundamen ekonomi makro yang kuat di Indonesia, kata Chaves, terus memberikan penyangga yang kukuh terhadap peningkatan gejolak global. Dia menilai kebijakan moneter saat ini telah berjalan baik, dengan suku bunga riil terjaga positif dan inflasi masih sesuai target pemerintah yakni 3,5% plus minus 1%. Ia berpendapat kebijakan BI yang menaikkan suku bunga sebanyak dua kali menjadi 4,75% merupakan sinyal untuk mempertahankan stabilitas perekonomian.
Selain itu, langkah-langkah makroprudensial terkait dengan lindung nilai (hedging) terhadap mata uang asing oleh korporasi juga berkontribusi terhadap ketahanan dalam menghadapi gejolak global. "Empat peningkatan pemeringkat kredit dalam 12 bulan terakhir menguatkan peningkatan lingkungan ekonomi, manajemen fiskal, dan kelayakan kredit secara keseluruhan," tukasnya.
Kualitas SDM
Hal yang juga menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Chaves, ialah investasi yang terus meningkat. Harga komoditas global yang tinggi telah mendorong investasi yang lebih tinggi, terutama pada mesin, peralatan, dan kendaraan yang menghasilkan pertumbuhan modal tercepat dalam periode lebih dari lima tahun. "Namun, melihat ke depan, kemajuan Indonesia akan bergantung pada kebijakan struktural yang penting, seperti upaya untuk menyediakan keterampilan yang tepat untuk masa depan bagi masyarakat."
Walaupun angka partisipasi sekolah telah tumbuh secara signifikan, Bank Dunia menilai capaian pembelajaran siswa masih berada di bawah tingkat negara-negara lain di kawasan ini sehingga mengurangi daya saing Indonesia dalam ekonomi global.
Sorotan Bank Dunia terhadap kualitas pendidikan Indonesia yang rendah tidak dimungkiri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Meski anggaran pendidikan di Indonesia mencapai 20% dan tahun ini besarannya mencapai Rp444 triliun, hasilnya belum begitu terlihat.
Sri berpendapat, untuk me-ningkatan kualitas pendidikan, tiga kementerian yang memiliki anggaran pendidikan yakni Kemendikbud, Kemenristek-Dikti, dan Kementerian Agama harus duduk bersama mencari sistem yang tepat untuk pendidikan di Indonesia. Tidak hanya itu, mereka harus berkoordinasi dengan daerah yang memang mengeksekusi anggaran. "Mereka harus meningkatkan kualitas guru berikut tunjangannya. Hal ini agar guru bisa mengajar dengan baik." (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved