Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) membuka ruang penyesuaian suku bunga acuan atau BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRRR) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah rencana kembali dinaikkannya suku bunga The Fed.
"Kita mengalibrasi perkembangan di luar dan dalam. Komponen data dependence-nya ada, tapi kita juga berikan guidance forward bahwa kita melihat adanya room suku bunga untuk disesuaikan lagi," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo seusai diskusi publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin.
Kendati begitu, ia menampik kenaikan suku bunga acuan BI akan selalu mengikuti kenaikan fed fund rate (FFR). Ia menuturkan kenaikan suku bunga acuan BI mengikuti perkembangan kondisi eksternal dan internal.
"Jadi, tak selalu one to one. Fed naik empat kali, kita naik empat kali, tak begitu juga. Kita lihat bagaimana kondisi ekspektasi depresiasi itu dijaga, bagaimana overshooting tak terjadi, dan sentimen masyarakat dijaga," ujar dia seperti dikutip dari Antara.
Dody mengatakan langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps dalam sebulan ini bertujuan confidence masyarakat terhadap rupiah menjadi lebih baik dan mengurangi tekanan akibat kenaikan FFR yang kemungkinan terjadi pada Juni 2018 ini.
"Kalau memang diperlukan, kita akan lakukan penyesuaian lagi. Kita akan melakukan review eksternal dan domestik. Jika itu memang berpotensi membuat tekanan rupiah ke depan overshooting, membahayakan bagi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, kita akan lakukan penyesuaian suku bunga," kata Dody.
Kendati demikian, Dody menambahkan, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam 10 hari terakhir berkurang dari 3,2% menjadi 2,94%. "Year to date rupiah depresiasi 2,94%, membaik dari sebelumnya year to date 3,2%. Jadi, terjadi apresiasi 10 hari terakhir. Kita the best performer in Asia. Jadi, membuat year to date menurun," ujar Dody.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sepuluh hari terakhir memang terus menguat. Nilai tukar rupiah yang sempat menembus 14.200 per dolar AS, kini ada di bawah 13.900 per dolar AS. Meski begitu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, kemarin sore, rupiah bergerak melemah dua poin menjadi 13.880 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya 13.878 per dolar AS.
Masuk pasar valas
Dody menambahkan, selain membuka ruang penyesuaian suku bunga acuan, BI melakukan langkah stabilitas intervensi dengan cara masuk ke pasar valas dan obligasi untuk menstabilkan nilai tukar. Selanjutnya, BI menjaga agar likuiditas rupiah jangan sampai kering di pasar serta valas dijaga pada supply dan demand, dan terakhir memberikan edukasi kepada masyarakat lantaran kehilangan membentuk ekspektasi.
Sementara itu, analis pasar uang PT Bank Mandiri Tbk Rully Arya Wisnubroto menambahkan, sentimen positif dari dalam negeri belum cukup mengantarkan rupiah untuk kembali apresiasi. "Masih belum ada sentimen lagi setelah kenaikan policy rate," ujar Rully.
Rully memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah masih akan mengalami volatilitas pada pekan ini. "Saya rasa masih akan volatile. Karena lebih banyak faktor global yang berpengaruh besar," ujar Rully. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved