ESDM Selamatkan Dana Cost Recovery Rp15 Triliun

RO/E-2
06/6/2018 07:30
ESDM Selamatkan Dana Cost Recovery Rp15 Triliun
(ANTARA)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas biaya pengembangan Blok Merakes di Kalimantan Timur. Dari kebijakan itu, pemerintah mampu menyelamatkan dana cost recovery hingga US$1.080 miliar, atau sekitar Rp15 triliun. Pasalnya pengembangan Blok Merakes oleh investor asal Italia Eni SpA (85%) dan Pertamina Hulu Energi (15%) di Blok East Sepinggan itu masih menggunakan sistem cost recovery yang dibiayai dari APBN.

"POD (plan of development/rencana pengembangan lapangan) dari Blok Merakes yang dikembangkan Eni telah disetujui dan biayanya berhasil kami pangkas US$1,080 miliar. Pemangkasan biaya ini tidak mengurangi target produksi dari Blok Merakes," ungkap Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar seperti diwartakan Antara, Senin (4/6).

Arcandra menjelaskan biaya proyek Merakes bisa dipangkas setelah investor setuju untuk mengurangi biaya operasi dan belanja modal. Selain itu, penggunaan teknologi dan barang yang tepat ikut berkontribusi terhadap berkurangnya nilai proyek tersebut.

Pemerintah menargetkan produksi Lapangan Merakes yang dimulai pada 2019 bisa mencapai 150 juta standar kaki kubik per hari.

Untuk mendorong investasi di sektor migas, Kementerian ESDM memang terus melakukan sejumlah terobosan. Selain memangkas regulasi yang menghambat investasi, mereka meninjau ulang biaya pengembangan blok yang pemenang lelangnya sudah ditetapkan.

Sebelumnya Kementerian ESDM telah memangkas biaya pengembangan Blok Jambaran Tiung Biru (JTB) Cepu, Jawa Timur, senilai US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun.

Semula biaya yang diajukan Exxon Mobil untuk pengembangan Blok JTB ialah US$2.050 miliar. Blok tersebut juga menggunakan sistem cost recovery, dengan seluruh biaya pengembangan blok akan dibayarkan pemerintah dari APBN.

Berkat pemangkasan biaya pengembangan Blok JTB akhirnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) mau menyerap gas dari JTB. Pasalnya harga jual gas juga turun menjadi US$7,6 per mmbtu flat selama 30 tahun.

Sebelumnya dengan nilai investasi US$2,050, harga jual gas yang ditawarkan ke PLN mencapai US$9 per mmbtu. PLN menolak karena angka itu tidak masuk harga keekonomian mereka.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya